-- http://www.Youjoomla.com News Ticker for Joomla 1.0 starts here --> Konsorsium Pembaruan Agraria - Home

Tumpang Tindihnya Kebijakan Agraria Nasional

Meskipun UUPA tahun 1960 masih berlaku, dalam kenyataan undang-undang yang dianggap sebagian besar pengamat pro ra...
Read More...

Konsolidasi Ormas Petani untuk Pembaruan Agraria

  Setelah Suharto tidak berkuasa, memang banyak tumbuh organisasi tani dalam sebuah gerakan, namun kondisi gera...
Read More...

Memantau Kebijakan Pembaruan Agraria di DPR RI Periode 2009-2014

  Persoalan agraria di Indonesia sampai sekarang masih menjadi persoalan besar, sayangnya tidak pernah men...
Read More...

RUU Pengadaan Tanah, Bukan Untuk Rakyat Miskin

Laporan; Kent YusriansyahSetelah berhasil menetapkan arah pembangunan dengan National Summit  pada ...
Read More...


Kegiatan

Tumpang Tindihnya Kebijakan Agraria Nasional
Meskipun UUPA tahun 1960 masih berlaku, dalam kenyataan undang-undang yang dianggap sebagian besar pengamat pro rakyat miskin. Seolah tumpul sebagai sebuah produk hukum yang progresif. Situasi nasional sekarang tentu berbeda dibandingkan 50 tahun yang lalu, tentu ber Readmore


Kasus

Lahan PTPN Diduduki Senin, 11 Januari 2010 | 04:23 WIB Palembang, Kompas - Petani Desa Rengas, Kabupaten Ogan Ilir, melakukan aksi pendudukan lahan yang disengketakan dengan PTPN VII, Kamis-Jumat (7-8/1). Petani menanam ribuan bibit pohon karet, kelapa, nanas, dan pisang di antara tanaman te Readmore


Kampanye

Pelaksanaan Reforma Agraria Perlu Dipercepat
Jakarta, Sat 30 Jan 2010 by : Friederich Batari, Jurnal Nasional Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga anggota Dewan Pakar Konsorsium Reforma Agraria, Sediono MP Tjondronegoro mengatakan pemerintah harus segera melaksanakan program reforma agraria sebagai sal Readmore


Advokasi

Presiden Tetapkan Lima Program Strategis Pertanahan Jumat, 15 Januari 2010 | 15:01 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Masalah tanah memang selalu bikin pusing. Karena itu, pemerintah menetapkan lima program strategis pertanahan dalam lima tahun ke depan.   Pertama, melanjutkan program reforma agraria, di mana rakyat berpelua Readmore

Memastikan Pembaruan Agraria untuk Rakyat Miskin di Jawa Bagian Selatan
Active Image

Memahami Kehidupan masyarakat di wilayah Jawa Bagian Selatan yang akrab dengan problem kemiskinan dan kelaparan, memang harus dijawab dengan solusi yang tepat, bukan hanya sekedar sebuah tambal sulam belaka tanpa menyentuh akar persolan yang menjadi penyebabnya.

Itulah semangat yang terpancar saat KPA mengelar Lokakarya Nasional di Jakarta, pada (4/2) yang bertema “Menuju Pembaruan Agraria Pro Rakyat Miskin; Merumuskan Aksi Bersama Pembaruan Agraria Pro Rakyat Miskin di Jawa Bagian Selatan.”

Lokakarya nasional semakin antusias karena juga diikuti oleh 8 Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota dan  8 Bappeda se-Jawa Bagian Selatan. Disamping itu juga turut menjadi peserta adalah perwakilan ormas-ormas tani, petugas lapangan dan para pendamping petani.

Dalam kata sambutanya saat membuka lokakarya ini, Sekjend KPA menyampaikan titik tekan secara serius “Selama 16 tahun KPA selalu mengkampanyekan pentingnya pembaruan agraria sebagai solusi, jadi apapun masalahnya jawabannya adalah pembaruan agraria,” tegas Idham Arsyad. 

Baca lebih lanjut...
 
Pembaruan Agraria Pro Rakyat Miskin, Bukan Hanya Impian
Active Image

Kemiskinan yang melanda negeri yang kaya raya ini seolah menjadi masalah sosial yang terus menarik diperbincangkan dalam berbagai sudut pandang. Tapi persoalanya apa yang menyebabkan adanya kemiskinan dan bagaimana cara mengatasinya dengan tepat.

Hal diatas itulah yang coba dijawab Konsorsium Pembaruan Agraria saat mengelar seminar nasional yang di Gedung BPPT (3/2). “Menuju Pembaruan Agraria Pro Rakyat Miskin, Urgensi dan Pelaksanaanya,” 150 orang, baik dari kalangan BPN di daerah-daerah, anggota DPR RI dan pegiat gerakan pembaruan agraria. Menjadi partisipan dalam seminar tersebut.

Ada dua hal utama yang menjadi sorotan seminar yaitu kemiskinan dan pembaruan agraria. Memang kemiskinan ini masih menjadi bahan perdebatan, belum lagi kantong-kantong kemiskinan itu berada di wilayah pedesaan  yang rata-rata penduduknya masih berprofesi menjadi petani, ini adalah ironi padahal Negara kita penuh kekayaan alam, namun kekayaan itu tidak terdistribusi dengan baik. 

Baca lebih lanjut...
 
Tumpang Tindihnya Kebijakan Agraria Nasional
Sample Image

Meskipun UUPA tahun 1960 masih berlaku, dalam kenyataan undang-undang yang dianggap sebagian besar pengamat pro rakyat miskin. Seolah tumpul sebagai sebuah produk hukum yang progresif. Situasi nasional sekarang tentu berbeda dibandingkan 50 tahun yang lalu, tentu berdampak pada perkembangan pembaruan agraria sebagai sebuah tindakan ekonomi dan politik.

Realitas itulah yang disorot secara tajam oleh dewan pakar KPA, dalam seminar sehari di Hotel Grand Alia, Jakarta (2/2) tentang “Pengadaan Tanah untuk Pembaruan Agraria atau Pembangunan?”

Terbitnya PP 11/2010 Tentang Tanah Terlantar, dibaca oleh Usep Setiawan sebagai peluang politik. Dia menjelaskan “Khususnya bagi kawan-kawan jaringan untuk mendesakkan tuntutan di daerah. Pintunya dimana? Ada kemudahan pengurusan dan segi waktu, kalau dulu sangat rumit administrasinya dan lama waktu pengesahanya,” katanya.

Baca lebih lanjut...
 
Konsolidasi Ormas Petani untuk Pembaruan Agraria

  Active Image

Setelah Suharto tidak berkuasa, memang banyak tumbuh organisasi tani dalam sebuah gerakan, namun kondisi gerakan tani sekarang banyak dihadapkan pada kebijakan anti pembaruan agrarian seperti, UU Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, UU mineral dan batubara UU Pengadaan Tanah Bagi Kepentingan Umum.

Seiiring munculnya undang-undang diatas. Kecenderungan Konflik agraria struktural di Indonesia nampaknya semakin meningkat, pada tahun 1970-2008  terdapat 2077 kasus. Perkebunan (497 kasus), Sarana umum/fasilitas perkotaan (273 kasus), Kehutanan (237 kasus), dan pertambangan (37 kasus). Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) telah merekam 89 laporan kasus konflik agraria dengan luas sengketa 133.278,79 Ha dan korban langsung dari sengketa ini tidak kurang dari 7.585 KK.  

Mengamati kuantitas dan kualitas penindasan pada kaum tani Indonesia, tidak kurang dari 34 Ormass Tani yang difasilitasi oleh Konsorsium Pembaruan Agraria, melakukan “Pertemuan Dan Konsolidasi Organisasi Tani Untuk Pembaharuan Agraria Nasional,” di Hotel Grand Alia Jakarta pada (2/2).

Baca lebih lanjut...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Kegiatan Terkini

Stop
Play

PENGUNJUNG ONLINE

LOGIN FORM






Lupa Kata Sandi?
Belum memiliki akun? Daftar

STATISTIK PENGUNJUNG

Hari Ini316
Kemarin322
1 Minggu638
1 Bulan2508
Total205959

(C) Fliesenstadt

JAJAK PENDAPAT

Apakah Anda Setuju KPA Menjadi Ormass Petani Nasional
 

Sumatra Utara

Siaran Pers
Badan Perjuangan Masyarakat Pergul...
Pernyataan Sikap
“Masyarakat Pergulaan Menolak ...
Tindakan Arogan PTPN II; Kesaksian Petani BPRPI
Nukman Hakim Lubis (45) pengelola la...

Bengkulu

Konflik Masyarakat VS PT Agri Andalas
Aksi unjuk rasa ratusan warga dari l...
Petani Perambah Vs Tim Gabungan Nyaris Bentrok
Perang terbuka nyaris terjadi dalam ...
Kembali, Penggusuran Lahan Warga oleh TNI
Untuk kesekian kalinya konflik Agr...

Sulawesi Selatan

Kades Mangepong Dilaporkan Ke Polres Jeneponto
Kades Mangepong Kec. Turatea A Ahmad...
Warga dan Pemkab Saling Klaim Patok Kuning
Masyarakat Pangkep semakin gusar ata...
Klaim Lahan CPI Diperkarakan
Klaim kepemilikan lahan garapan di s...