KPA dan API Jateng Perkuat Organisasi Tani Sikapi Masalah Agraria

TERASJATENG.COM | Semarang — Menyikapi kian maraknya permasalahan agraria, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Dewan Pengurus Daerah Aliansi Petani Indonesia Jawa Tengah (DPD API Jateng), bekerjasama dengan Paguyuban Petani Penggarap Tanah Rakyat (P3TR)  mengelar Rembug Tani, Jum’at (30/09).

Acara yang bertempat  di Sekretariat P3TR, Dusun Gintungan, Kelurahan Bandungan, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang tersebut bertema Wujudkan Reforma Agraria Sejati Wujud Kedaulatan Negeri. Kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda dalam rangkaian peringatan Hari Tani Nasional.

Hadir sebagai narasumber kegiatan tersebut, Koordinator KPA Wilayah Jateng, perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Wilayah Jateng, komisi A DPRD Propinsi Jateng, serta DPD API Jateng sebagai pemandu acara.

Koordinator KPA Jateng, Purwanto mengatakan bahwa diselenggarakannya forum tersebut merupakan salah satu upaya mendorong pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Wilayah Jateng untuk segera meredistribusikan tanah yang sudah digarap oleh petani.

Hal tersebut menurutnya sangat penting mengingat banyaknya konflik agraria di Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Semarang.

“Ada beberapa kasus tanah, di Bandungan, Sumowono, Getasan, Bergas, Pringapus, dan lainnya, baik itu yang berarsiran dengan pihak perkebunan swasta dan kehutanan”, pungkasnya pada terasjateng.com.

Purwanto menambahkan, bahwa banyaknya permasalahan tersebut menuntut peran dan penguatan fungsi organisasi tani

Hal senada disampaikan oleh perwakilan BPN Jateng,  Suhendro, bahwa BPN akan kesulitan dalam proses redistribusi tanah apabila organisasi tani tidak mempersiap data para penggarap yang menjadi obyek land reform.

Lebih lanjut Suhendro menjelaskan tentang makna reforma agraria yang merupakan salah satu program kebijakan nawacita Presiden Jokowi.

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Jateng, Benny Karnadi  menyampaikan arti penting sebuah organisasi tani dalam mewujudkan UUPA No. 5 Tahun 1960.

“Hal yang luar bisa dalam UUPA adalah soal tanah sebagai fungsi sosial dan soal kepemilikan. Sebelum menjadi anggota Dewan, dulu saya pernah terlibat dalam FPPI (red. Front Perjuangan Pemuda Indonesia) yang mendampingi konflik tanah di Batang”, tegasnya.

Diakhir acara, Koordinator DPD API Jateng, Shondey menjelaskan tantangan organisasi tani kedepan semakin besar.

“Prinsip organisasi harus terus diperkuat, perjuangan belum selesai. Kita baru pada tataran penyelesaian konflik lahan. Jika konflik lahan ini telah selesai, maka akan dihadapkan pada tantangan biaya produksi pertanian yang mahal dibanding hasil produksi“, pungkas Shondey. (Rep Pur-Erka/Tj)

Sumber : terasjateng.com , 4 Oktober 2016 pukul 10.11 WIB

Berita Lainnya

Kegiatan

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934