Realisasi Redistribusi Tanah untuk Petani Badega

KawanKPA – Petani penggarap eks-HGU PT. Perkebunan SAM di Badega kecamatan Cikajang dan kecamatan Banjarwangi kabupaten Garut sedang melakukan konsolidasi lahan, untuk menyambut realisasi redistribusi tanah untuk petani melalui kementerian ATR\BPN dengan skema Reforma Agraria, KPA (Konsorsium Pembaruan Agraria) bersama SPB (Serikat Petani Badega) dan 5 pemerintahan desa Cipangramatan, Kramatwangi, Bojong, Tanjung Jaya, dan Jaya Bhakti yang berada di kawasan eks perkebunan Badega sedang melakukan pendataan subyek dan obyek tanah, dalam kerangka ini agar kebiajakan redistribusi tanah melalui Reforma Agraria bisa tepat sasaran kepada petani yang berhak.

Sejarah konflik agraria di Badega, Garut dimulai pada tahun 1984. Pada saat itu petani penggarap mengajukan permohonan untuk memperoleh hak kepemilikan atas tanah yang telah mereka garap turun-temurun kepada Bupati Garut. Pada waktu yang hampir bersamaan, PT. SAM (Surya Andaka Mustika) mengajukan permohonan HGU atas areal tanah yang sama. Permohonan petani ditolak namun tanpa sepengetahuan petani, tahun 1986 HGU perkebunan terlantar dimiliki oleh PT SAM berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No.SK.33/HGU/DA/86 yang ditandatangani Dirjen Agraria. Sejak itu PT SAM telah menganjurkan kepada para petani penggarap untuk segera menyerahkan tanah garapan mereka dan dijanjikan akan diterima menjadi buruh perkebunan PT SAM dengan upah Rp 600/hari. Sejak saat itu, dinamika mulai memanas tokoh-tokoh perjuangan petani ditangkapi dan mengalami banyak kekerasan. Salah satu petani Pak Suhdin ketika ditangkap mengalami kekerasan dipukuli, ditelanjangi dan disulut rokok. Total ada tiga belas orang dipenjara, sisanya mengalami teror oleh aparat.

Perjuangan petani Badega selama kurang lebih 33 tahun ini sudah mencapai puncaknya, yakni kejelasan legalitas status hak atas tanah, namun ini bukanlah akhir perjuangan yang ingin dicapai, selanjutnya adalah untuk memperjuangakan akses reform, bagaimana mengelola lahan untuk bertata produksi pertanian secara bergotong royong untuk kesejahteraan bersama. Termasuk didalamnya telah disepakati akan diadaknnya lahan kolektif petani di masing2 kawasan kelompok garapan petani, lahan kolektif diadakan bertujuan untuk perencanaan kebutuhan fasilitas umum dan fasilitas sosial masyarakat, selain itu juga sebagai kebun sawah percontohan dan pusat pendidikan pelatihan petani. Dalam hal ini KPA juga akan mendorong bahwa Reforma Agraria di  Badega sebagai percontohan konsep DAMARA (Desa Maju Reforma Agraria) sebagai cita-cita untuk mewujudkan kedaulatan petani yang hakiki.

Hasil kesepakatan Serikat Petani Badega:

  1. Lahan garap luas 3000 > persegi dipotong 10% utk lahan kolektif
  2. Iuran 10 rupiah per meter
  3. Pembentukan tim pemetaan rinci masing2 kawasan
  4. Lahan kolektif masing2 kawasan
  5. Penetuan lokasi lahan kolektif kondisional
  6. Tanah yg lauasnya diatas 2 hektar, kelebihannya akan diambil alih kelompok utk lahan kolektif

Kebutuhan Badega

  1. Konsolidasi tanah, aturan tata tertib tanah tidak diperjual belikan
  2. Berita acara data pemohon bersama KPA
  3. Berita acara surat pernyataan penyerahan sertipikat pinjam nama orang yg utk lahan kolektif

Berita Lainnya

Kegiatan

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934