Ketika Petani Saling Berbagai Pengalaman di Konawe Selatan

Konawe Selatan (kpa.or.id) - Pelatihan Desa Maju Reforma Agraria di Desa Margacinta, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan masih berlangsung. Selain mendapatkan pendidikan mengenai penataan prosuksi, peserta pelatihan secara khusus juga diberi kesempatan untuk saling berbagai perngalaman dan pengetahuan langsung dengan Sarah Meyer dan Syamsul Asinar Rajam mengenai praktik pertanian agroekologi.

Kesempatan tersebut datang di hari ke-2 pelatihan Desa Maju Reforma Agraria (DAMARA) untuk penataan produksi, Jum’at (16/3).

Sarah Meyer merupakan salah seorang praktisi dari Prancis yang saat ini tengah melakukan riset sekaligus belajar mengenai pertanian agroekologi dan reforma agraria di Indonesia, khususnya di beberapa wilayah anggota dan dampingan KPA. Sementara Syamsul Asinar Rajam merupakan parktisi agroekologi dari Agroekologi Indonesia (AGNI) yang mempunyai segudang pengalaman mengenai pertanian agroekologi.

Kesempatan ini pun tidak disia-siakan oleh semua peserta pelatihan. Terlihat dari antusiasme mereka mendengar dan memperhatikan apa yang disampaikan dua orang praktisi ini. Selain mendengar, para petani ini juga tidak sungkan untuk berbagi mengenai pengalaman mereka bertani selama ini. Diskusi dua alur ini membuat suasana pelatihan menjadi lebih hidup dikarenakan tidak hanya dua praktisi tersebut, para petani juga terlihat sangat semangat membagikan pengalaman mereka.

Dalam kesempatannya, Sarah Meyer mencoba membagi pengalaman dan pengetahuannya mengenai pertanian permakultur di Prancis. Menurutnya, Tanah yang baik adalah tanah yang permukaan dan di dalamnya terdapat kehidupan mikroorganisme. Sarah juga menjelaskan micro-organistic activator, healthy living soil, bedding atau pembuatan bedeng yang terdiri dari lapisan alami yang mengandung karbon seperti dedaunan basah dan nitrogen yang berasal dari sekam, kayu kering dan lain sebagainya.

Dalam agroekologi, sangat penting untuk melakukan desain lahan. Desain lahan merupakan pembagian zona-zona tanaman dalam sebuah lanskap. Selain itu, dalam sistem pertanian Permakultur, ada beberapa kombinasi tanaman yang dapat dipadukan untuk menghindari hama. Kombinasi beberapa tanaman ini membantu setiap tanaman saling melindungi tumbuhan di sekitarnya. Jagung, labu, dan kacang merupakan salah satu kombinasi yang baik. Adapun beberapa kombinasi lainnya seperti; pertama, tomat, bawang putih dan kemangi; kedua, cabai, terong dan tomat; ketiga, bunga matahari dan jagung; keempat, mentimun, kacang, dan kacang polong; kelima, kentang dan talas dan lain sebagainya.

 Desain dan Rancangan merupakan komponen penting dalam pertanian agrkoekologi. Syam menjelaskan bahwa ada desain rancangan terdiri dari zona wilayah, fungsi, model/bedongan, tanaman/Ternak. Dalam zona wilayah, kegiatan yang dilakukan adalah persemaian dan sungkup. Oleh karena itu, penjelasan ini langsung diikuti dengan prkatek pembuatan sungkup, dan membuat bedeng.

Selanjutnya para peserta pelatihan yang berbagai pengalaman mereka, sepertia Ujang Uskandiana. Ketua STKS tersebut sebelumnya juga sudah pernah melakukan praktek ini (red: pembuatan bedeng. Begitu juga dengan Sarah yang juga telah melaksanakan praktek tersebut. Penjabaran dari Ujang dan Sarah tersebut menjadi kombinasi pengalaman dalam membuat bedeng. Sementara itu, peserta yang lain, yakni Usep, juga tidak luput membagi pengetahuan dan pengalaman yang ia miliki dalam menyambung batang durian miliknya (red: teknik okulasi).

Dari berbagai pengetahuan dan pengalaman yang telah dibagi tersebut, pada dasarnya sudah perah dilakukan oleh para petani. Namun, ketiadaan akses atau keterbatasan pemahaman yang dimiliki membuat apa yang dikerjakan tersebut hanya menjadi puzzle-puzzle yang terpisah. Hal ini dikarenakan ketiadaan organisasi yang menjadi wadah untuk bertukar pikiran, baik di antara sesama warga desa atau bahkan dengan yang berada di luar desa mereka.

Pemahaman Pak Usep adalah sangat penting bagi komunitas kita disini, dimana petani bisa mengembangkan sendiri pengetahuannya sehingga dapat dibagi kepada petani lainnya”, papar Rudi Casrudi.

Di sinilah salah satu peran penting DAMARA. Desa Margacinta, seperti dalam pelatihan ini, tidak hanya orang dari luar yang memberikan pengetahuan dan pengalamannya, tetapi juga menghadirkan profesor-profesor Desa (red: petani)”, tutur Syam.

Pelatihan ini sangat penting sebagai upaya menginisiasi pengembangan-pengembangan pengetahuan petani lokal untuk melalui stimulus dari luar desa atau sebaliknya. Pak Asep dan Pak Ujang sebagai contohnya,”  tutup Syam.

Kontrbutor: Riyanda Purba
Editor : Benni Wijaya

Berita Lainnya

Kegiatan

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934