Empat Orang Petani Lubai Ditangkap

Jakarta-KPA: Konflik agraria antara masyarakat dengan PTPN kembali membayangi petani. Kali ini terjadi di Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Sebanyak empat orang petani ditangkap polisi.

Penangkapan terhadap petani itu terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari. Ketika petani sedang terlelap dalam tidurnya, polisi melakukan sweeping di rumah-rumah. Sebanyak empat orang petani digelandang polisi dan hingga kini belum dibebaskan. Berikut kronologis penangkapan petani yang dikirim oleh warga ke KPA.

Pada 24 Desember 2012, sekitar 300 warga dari empat desa di Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan yang sedang berkonflik dengan PTPN VII unit Beringin melakukan aksi unjuk rasa di depan barak Serdang afdeling 3 perkebunan milik pemerintah itu.

Aksi ini dilakukan sebagai tindak lanjut perjuangan petani Lubai yang terhimpun dalam Persatuan Masyarakat Pribumi Lubai (PMPL). Aksi itu terpaksa dilakukan warga karena PTPN VII dianggap telah merampas tanah masyarakat sejak 1980-an.

Selain itu, masyarakat juga menduga bahwa pihak PTPN VII Unit Beringin tidak memiliki izin HGU. Sehingga dari 1.400 hektar area perkebunan, sekitar 600 hektar telah diduduki dan digarap oleh masyarakat setempat selama bertahun-tahun.

Namun, aksi damai petani pada 24 Desember 2012 ternyata direaksi keras oleh pihak PTPN. Reaksi keras itu dilakukan pada 01 Januari 2013. Ketika para petani sedang terlelap dalam tidurnya, sekitar pukul 01.05 dini hari tiba-tiba pihak kepolisian yang dipimpin oleh Kapolsek Lumbai, menyisir rumah-rumah warga.

Empat orang petani yang dianggap tokoh penggerak perlawanan petani, langsung digelandang dan ditangkap. Keempat petani yang ditangkap itu adalah Rismanadi,Rismaludin, Jon Arlis, dan Rosi.

Dalam penangkapan itu, mereka dituduh membawa senjata tajam pada saat melakukan aksi massa tanggal 24 Desember 2012. Selain itu, para petani juga dituduh telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan pihak PTPN VII unit Beringin. Padahal dalam aksinya, tidak ada satu pun petani yang membawa senjata tajam.

Ironis. Setalah polisi melakukan aksi sweeping dan menangkap empat orang petani. Esok harinya (2/1/2013) polisi kembali datang ke rumah empat orang warga yang sudah ditahan. Para polisi itu langsung masuk ke dapur milik warga dan mengambil beberapa pisau dapur serta alat-alat pertanian yang katanya sebagai barang bukti?Sidik Suhada

Tag : 

Berita Lainnya

Peristiwa

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934