Jakarta – MENYUSUL terjadinya lagi konflik lahan di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan pada Jumat (27/7) lalu yang menewaskan seorang anak berusia 12 tahun, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) meminta pemerintah segera melaksanakan Reforma Agraria sejati dengan membentuk Badan Percepatan Pelaksanaan Reforma Agraria yang dipimpin langsung Presiden.

“Libatkan partisipasi masyarakat sipil (organisasi rakyat) untuk mewujudkan keadilan agraria dan mengikis ketimpangan struktur agraria. “Demikian siaran pers KPA yang diterima Jurnal Nasional, Senin (30/7).

Untuk menyelesaikan setiap konflik lahan, KPA juga mengusulkan segera dibentuk lembaga khusus penyelesaian konflik dan peradilan agraria bagi penyelesaian konflik dan sengketa agraria secara menyeluruh sebagai bagian dari pelaksanaan Reforma Agraria.

Bagian lain dari reforma agraria, menurut KPA, DPR harus segera melakukan evaluasi secara menyeluruh dan mengaji ulang kebijakan sektor agraria di perkebunan, kehutanan, pertambangan, perikanan/wilayah pesisir dan lingkungan hidup yang berakibat pada tumpang tindihnya kepentingan dan kebijakan penguasaan, pemilikan dan pengelolaan sumber-sumber agraria di wilayah Indonesia.

Terkait konflik di Ogan Ilir, KPA meminta Kapolres Ogan Ilir, Kapolda Sumatera Selatan, dan Kapolri bertanggungjawab. “Hentikan campur tangan Polri maupun TNI dalam konflik dan sengketa agraria di tanah air, termasuk dalam penyelesaian dan penanganan konflik antara warga Ogan Ilir dengan PTPN VII Cinta Manis dengan cara kekerasan, “kata Idham Arsyad, Sekretaris Jenderal KPA.

KPA juga meminta segara usut tuntas penyalahgunaan ijin HGU PTPN VII Cinta Manis.

Sumber: http://www.jurnas.com/news/67592/Cegah_Konflik_Lahan,_Reforma_Agraria_Harus_Segera_Terwujud/1/Nasional/Keamanan

" /> Cegah Konflik Lahan, Reforma Agraria Harus Segera Terwujud | KPA - Konsorium Pembaruan Agraria

Cegah Konflik Lahan, Reforma Agraria Harus Segera Terwujud

Jakarta – MENYUSUL terjadinya lagi konflik lahan di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan pada Jumat (27/7) lalu yang menewaskan seorang anak berusia 12 tahun, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) meminta pemerintah segera melaksanakan Reforma Agraria sejati dengan membentuk Badan Percepatan Pelaksanaan Reforma Agraria yang dipimpin langsung Presiden.

“Libatkan partisipasi masyarakat sipil (organisasi rakyat) untuk mewujudkan keadilan agraria dan mengikis ketimpangan struktur agraria. “Demikian siaran pers KPA yang diterima Jurnal Nasional, Senin (30/7).

Untuk menyelesaikan setiap konflik lahan, KPA juga mengusulkan segera dibentuk lembaga khusus penyelesaian konflik dan peradilan agraria bagi penyelesaian konflik dan sengketa agraria secara menyeluruh sebagai bagian dari pelaksanaan Reforma Agraria.

Bagian lain dari reforma agraria, menurut KPA, DPR harus segera melakukan evaluasi secara menyeluruh dan mengaji ulang kebijakan sektor agraria di perkebunan, kehutanan, pertambangan, perikanan/wilayah pesisir dan lingkungan hidup yang berakibat pada tumpang tindihnya kepentingan dan kebijakan penguasaan, pemilikan dan pengelolaan sumber-sumber agraria di wilayah Indonesia.

Terkait konflik di Ogan Ilir, KPA meminta Kapolres Ogan Ilir, Kapolda Sumatera Selatan, dan Kapolri bertanggungjawab. “Hentikan campur tangan Polri maupun TNI dalam konflik dan sengketa agraria di tanah air, termasuk dalam penyelesaian dan penanganan konflik antara warga Ogan Ilir dengan PTPN VII Cinta Manis dengan cara kekerasan, “kata Idham Arsyad, Sekretaris Jenderal KPA.

KPA juga meminta segara usut tuntas penyalahgunaan ijin HGU PTPN VII Cinta Manis.

Sumber: http://www.jurnas.com/news/67592/Cegah_Konflik_Lahan,_Reforma_Agraria_Harus_Segera_Terwujud/1/Nasional/Keamanan

Berita Lainnya

Peristiwa

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934