Agrarian Reform Media Awards, Penghargaan Reforma Agraria untuk Jurnalis dan Media Pers Kembali Digelar

Siaran Pers Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)

Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) kembali menyelenggarakan Agrarian Reform Media Awards, yakni ajang penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap insan jurnalis dan media pers yang selama ini dinilai konsisten memberikan dukungannya terhadap kerja-kerja pembaruan agraria di Indonesia melalui karya-karya jurnalistik yang mereka lahirkan. Ini adalah ajang yang kedua setelah pertama kali diselenggarakan 2016 lalu.

Dalam penyelenggaraan kali ini, KPA didukung oleh Dewan Pers dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI). Pelaksanaanya akan dimulai dari medio Mei hingga Juni, meliputi penerimaan karya hingga proses seleksi oleh tim juri yang terdiri dari Imam Wahyudi (Anggota Dewan Pers), Gafar Yudtadi (IJTI), Abdul Manan (Ketua Umum AJI), serta Dewi Kartika (Sekjend KPA). Sementara pemberian penghargaan untuk karya-karya terbaik akan dilaksanakan dalam Launching Global Land Forum (GLF) 2018 awal Juli nanti di Jakarta.

Agrarian Reform Media Awards tahun ini menjadi rangkaian menuju Global Land Forum 2018 (GLF 2018) yang akan digelar 22-27 September 2018 mendatang di Bandung. GLF merupakan pertemuan tiga tahunan forum pertanahan terbesar di dunia. Forum ini akan dihadiri oleh sekitar 700 organisasi pembangunan internasional, Badan-badan PBB, lembaga pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil hingga organisasi rakyat yang bekerja langsung di 60-an Negara. Forum ini diselenggarakan atas kerjasama International Land Coalition (ILC), National Organizing Commite (NOC) yang terdiri dari 14 Organisasi Masyarakat Sipil di Indonesia dan Pemerintah Republik Indonesia.

Kondisi objektif saat ini ialah di mana reforma agraria masih menjadi kelas kedua di Indonesia karna kurangnya perhatian publik secara luas terhadap isu tersebut. Akibatnya, berpengaruh terhadap kurangnya tekanan publik secara luas kepada pemerintah, baik dalam konteks mendorong maupun mengawasi pelaksanaan reforma agraria.

Situasi di atas berdampak terhadap kemauan politik pemerintah yang tidak serius dalam menjalankan reforma agraria secara utuh. Belum lagi pertarungan kepentingan, tumpang-tindih regulasi, ego-sentris antar lembaga hingga tingginya arus investasi yang seringkali berujung pada perampasan tanah-tanah masyarakat.

Padahal sejatinya konstitusi bangsa ini telah menetapkan bahwa reforma agraria yang diterjemahkan melalui Undang-Undang Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 (UUPA 1960) merupakan pondasi atau pokok dalam merancang dan melaksanakan pembangunan ekonomi nasional sehingga tercapainya cita-cita hidup yang adil dan makmur.

Di tengah tantangan-tantangan di atas,  KPA mengapresiasi keberadaan insan jurnalis dan media pers atas kontribusi mereka dalam menebarkan gagasan-gagasan reforma agraria di ruang-ruang publik dalam berbagai bentuk, tulisan maupun karya jurnalistik lainnya.

Keberadaan karya-karya jurnalistik tersebut kami nilai sangat berkontribusi dalam mendukung kerja-kerja pembaruan agraria. Di satu sisi mampu menjadi pengeras suara berbagai tekanan dalam rangka mendorong pelaksanaannya, alat kontrol proses pelaksanaan, hingga menjadi media distribusi yang efektif guna penyebaran gagasan-gagasan reforma agraria kepada khalayak luas.

Oleh sebab itu, KPA mengajak kepada semua rekan-rekan jurnalis dan media pers untuk berpartisipasi dalam Agrarian Reform Media Awards ini dengan cara mengirimkan karya jurnalistik yang telah dirilis disalah satu media pers dari 1 Januari 2018 – 20 Juni 2018.

Jakarta, 24 Mei 2017

Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)

 

 

Dewi Kartika

Sekretaris Jendral KPA

 

 

Narahubung:

Benni Wijaya (0853-6306-6036)

 

 

 

Siaran Pers Lainnya..

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934