Redistribusi Tanah Desa Mangkit, Langkah Awal Menuju Desa Maju Reforma Agraria

Minahasa Tenggara (kpa.or.id) – Hari in, Senin (29/10) merupakan momen yang sangat bersejarah bagi seluruh warga Desa Mangkit, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, khususnya bagi anggota Serikat Petani Minahasa (SPM). Pasalnya perjuangan mereka mendapatkan hak atas tanah yang telah berlangsung sejak 92 tahun lalu membuahkan hasil. Negara melalui Kementrian ATR/BPN mengakui tanah yang mereka garap dan perjuangkan sebagai hak milik melalui redistribusi dan sertifikasi tanah eks-HGU PT. Asiatik yang pada tahun 1982 terpecah menjadi tiga perusahaan.
 
Redistribusi tanah tersebut dibagikan kepada 313 Kepala Keluarga (KK) di atas tanah seluas 444,46 hektar. Redistribusi tanah tersebut langsung diserahkan dalam bentuk sertifikat kepada seluruh petani SPM oleh Menteri ATR/BPN, Syofyan Djalil. Turut hadir Sekjend KPA, Dewi Kartika dalam acara tersebut.
 
Rentang 92 tahun bukanlah waktu yang singkat, bahkan perjuangan tersebut ini telah memasuki generasi kedua sebelum akhirnya membuahkan hasil. Tak ayal, perayaan redistribusi dan sertfikasi tanah ini disambut dengan suka cita oleh petani penggarap. Mereka sudah melakukan berbagai persiapan beberapa hari sebelum hari ini. Mulai dari menyiapkan tenda, kursi-kursi serta pemasangan bendera SPM dan KPA. Tidak ketinggalan, para warga melakukan masak nasi bakar secara massal sehari sebelumnya. Semua itu dilakukan dengan penuh antusias oleh warga.
 
Tanah garapan petani SPM ini merupakan salah satu Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA) usulan KPA bersama anggota organisasi rakyat yang diserahkan kepada pemerintah pada 2017 lalu. Dari 444 lokasi seluas 654.392 hektar dengan 144.808 rumah tangga petani yang tersebar di 20 Provinsi dan 98 Kabupaten.
 
Proses pengumpulan data di atas melibatkan 103 organisasi rakyat anggota KPA dan memakan waktu kurang lebih dua tahun semenjak 2016, dan masing berlangsung hingga saat ini. Dari 444 LPRA tersebut, pemerintah berkomitmen menindaklanjuti 11 lokasi untuk dilakukan redistribusi dan sertifikasi tanah melalui skema reforma agraria, salah satunya Desa Mangkit.
 
Seperti diulas sebelumnya, tanah garapan petani Mangkit tersebut merupakan bekas HGU PT. Mawali Waya, PT. Nusa Cipta Bhakti, PT Kinawang Waya yang ditelantarkan oleh pihak perusahaan.
 
Simon Aling, Ketua SPM, secara terpisah menegaskan bahwa penjuangan mereka tidak akan berhenti sampai di sini. Kita sudah menyiapkan berbagai rencana dan strategi setelah redistribusi ini,” katanya.
Seutuhnya, Desa Mangkit dipersiapkan sebagai salah satu lokasi Desa Maju Reforma Agraria (DAMARA), oleh karna itu kami telah mempersiapkan segala hal seperti pengembangan sistem produksi, koperasi dan tentunya segala hal yang dibutuhkan terkait perjuangan paska reform,” tambahnya.
 
Damara sendiri merupakan kombinasi dan sinergi antara pembaruan agraria dengan pembangunan pedesaan yang diusung KPA sebagai alternatif atas sistem pembangunan ekonomi-politik yang telah melahirkan ketimpangan, kemiskinan dan ketimpangan relasi antara desa dengan kota. 
 
Damara meliputi perubahan tata kuasa, tata guna, tata kelola, tata produksi hingga tata konsumsi yang berpihak pada petani/keluarga petani miskin (smallholders and landless)
 
Damara ingin membawa arah transformasi agraria desa menuju terciptanya pengelolaan secara bersama oleh warga desa melalui badan usaha bersama (red: koperasi, credit union, dsb) dan sistem pemasaran dan distribusi yang lebih adil. Tentunya, hal tersebut terlebih dulu diawali dengan perombakan ketimpangan penguasaan tanah dan perencanaan terhadap ruang dan wilayah secara partisipatif oleh warga desa.
 
Pekerjaan bersama kita selanjutnya ialah melahirkan kesadaran bagi semua anggota organisasi bagaimana mempertahankan dan mengelolah tanah mereka secara baik sebagai simbol harga diri dan keberlangsungan kehidupan para petani, tutup Simon. (AR)
 

Berita Lainnya

Kegiatan

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934