Terima SK Penetapan TORA, Desa Mangkit Satu Langka Menuju Redistribusi Tanah

Minahasa Tenggara (KPA) - Perjuangan panjang Serikat Petani (SPM) Desa Mangkit, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara makin menemui titik terang setelah Rabu, (11/7) lalu, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara melalui Kabag Humas mereka Roy Lumingas. S.H menyerahkan SK Penetapan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) kepada anggota serikat tani.

Penyerahan ini langsung diterima oleh Ketua SPM, Simon Aling di kantornya. Desa Mangkit sendiri merupakan salah satu lokasi konflik yang didorong KPA sebagai kepada pemerintah melalui Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA) 

Akhirnya, melalui berbagai proses advokasi dan dorongan yang panjang kabar baik itu menghampiri petani Desa Mangkit dengan lahirnya SK penetapan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).

Momen ini langsung disambut suka cita oleh seluruh warga dan petani. Mereka melakukan cara yang tak biasa untuk merayakan keberhasilan tersebut, yakni dengan menggunduli kepala mereka secara massal.

Konflik agraria yang dihadapi oleh petani SPM ini sejatinya sudah berlangsung sejak lama. Terhitung sudah 31 tahun para petani  memperjuangkan tanah yang telah mereka garap tersebut. Awalnya lahan ini merupakan ex. Hak Guna Usaha a.n PT. Mawali Waya, PT. Nusa Cipta Bakti dan PT. Kinamang Waya yang ditelantarkan

Melihat situasi ini, akhirnya para petani yang tergabung dalam Serikat Petani Minahasa ini berinisiatif menggarap lahan tersebut dan menjadikannya lahan produktif sampai sekarang.

Simon Aling, Ketua SPM sangat bersyukur dengan keluarnya SK ini. Itu artinya perjuangan mereka untuk mendapatkan pengakuan Negara atas tanah yang mereka garap semakin dekat.

Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak yang selama ini membantu memperjuangkan tanah garapan ini”, Ujar Simon.

Sementara itu, dalam kesempatannya ia secara langsung juga mendukung perhelatan Global Land Forum 2018 yang akan diselenggarakan September nanti di Bandung. Global Land Forum merupakan forum pertanahan global di dunia yang berlangsung 3 (tiga) tahun sekali. Forum ini merupakan wadah bagi seluruh pihak untuk mencari solusi dalam menjawab situasi ketimpangan penguasaan tanah dan kemiskinan di dunia.

Saya berharap GLF 2018 nanti bisa menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk bersatu dalam memperjuangkan hak atas tanah. Sekaligus ini momentum bagi SPM mengembangkan jaringan gerakan reforma agraria di level global. Belajar dan membagi pengalaman-pengalaman kami di sini,” tambahnya. (BW)

 

 

 

 

Berita Lainnya

Peristiwa

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934