Aliansi Gerakan Reforma Agraria Sulsel Kecam Kegiatan Ilegal PTPN XIV di Lahan Garapan Masyarakat

Makassar (KPA) - Sejumlah organisasi masyarakat sipil di Sulawesi Selatan, yakni KPA Wilayah Sulsel, LBH Makassar, KontraS Sulawesi, Federasi Petani Sulawesi Selatan, Serikat Petani Massenrempulu, Suara Lingkungan, dan Yayasan Pendidikan Rakyat Bulukumba mengecam PTPN XIV.

Kecaman tersebut merupakan respon atas kegiatan ilegal yang dilakukan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut di atas lahan garapan warga di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Atas kegiatan tersebut, lahan-lahan pertanian pun menjadi rusak.

Selain itu, mereka juga mendesak Kapolda Sulawesi Selatan agar segera menarik pasukannya yang melakukan pengamanan di lokasi konflik dan melakukan penindakan terhadap aksi pengrusakan tersebut.

Menurut Rizki Arimbi, Kordinator KPA Sulsel, aktivitas pengrusakan tersebut telah terjadi berulangkali. Padahal HGU salah satu perusahaan Negara tersebut telah habis sejak tahun 2003.

Bahkan Pemerintah Kabupaten Enrekang telah mengeluarkan surat edaran bahwa HGU itu tidak akan diperpanjang karna tidak memberi kontribusi pada pemerintah daerah dan terus menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

Selain itu, lokasi garapan masyarakat ini merupakan salah satu Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA) yang saat ini tengah didorong KPA kepada pemerintah sebagai salah satu lokasi objek redistribusi tanah reforma agraria. Peristiwa di atas tentunya sangat bertolak belakang dengan rencana program reforma agraria pemerintah yang saat ini tengah dijalankan.

Peristiwa ini bukan sekali terjadi, salah satunya ialah apa yang menimpa Rahim (50), salah satu petani di sana. Kejadian berlangsung Agustus tahun lalu. Rahim mengakui telah didatangi komplotan Brimob.

Ia dituduh melakukan pengrusakan terhadap tanaman sawit milik PTPN XIV. Padahal menurut Rahim, ia hanya melakukan aktivitas bertani di lahan miliknya.

Kejadian tersebut tidak hanya terjadi sekali. Ia pun pernah diancam akan ditahan apabila tidak mau meninggalkan lahan garapan miliknya tersebut. Sebelumnya pada bulan Maret, Rahim pun pernah didatangi oleh pihak Brimob. Ia tidak hanya diancam. Namun sawah miliknya juga dirusak. (BW)

 

 

 

 

Berita Lainnya

Peristiwa

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934