Solidaritas Gerakan Reforma Agraria Jambi untuk Petani Simalingkar dan Mencirim

admin

Jambi (kpa.or.id) – Petani dari Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) telah menempuh setengah perjalanan menuju Istana Negara, Jakarta. Kamis, 23 Juli 2020, 170 petani yang melakukan aksi jalan kaki tersebut telah memasuki Kota Jambi.

Kedatangan mereka langsung disambut oleh KPA Wilayah Jambi bersama serikat tani anggota dan jaringan yang ada di Jambi, di antaranya Persatuan Petani Jambi (PPJ), Walhi Jambi dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Sambutan ini merupakan bentuk dukungan dan solidaritas dari gerakan reforma agraria Jambi kepada petani Mencirim dan Simalingkar yang tengah memperjuangkan hak atas tanah mereka yang dirampas oleh PTPN II.

Hari ini, mereka akan melakukan aksi unjuk rasa di Simpang Bank Indonesia (BI), Telanai Pura, Kota Jambi guna menggalang dukungan dan menyuarakan keresahan para petani yang berkonflik dengan perusahaan perkebunan plat merah tersebut, setelah semalam bermalam di Sekretariat KPA Wilayah Jambi.

Penyambutan ini merupakan bentuk solidaritas kami, gerakan tani dan reforma agraria di Jambi kepada petani Simalingkar dan Mencirim yang tengah memperjuangkan hak atas tanah mereka,” ujar Kordinator KPA Wilayah Jambi, Frandodi.

"Kami dari beberapa organisasi yang ada di Jambi mendukung sepenuhnya perjuangan teman-teman untuk mendapatkan kembali hak-haknya yang telah dirampas PTPN II " ungkapnya

Para petani Simalingkar dan Mencirim ini telah melakukan perjalanan selama kurang lebih sebulan sejak memulai aksi jalan kaki 25 Juni 2020. Selanjutnya, mereka akan melanjutkan perjalanan menuju Istana Negara untuk menyampaikan tuntutan mereka ke Presiden Jokowi.

Para petani menuntut Presiden Jokowi segera menyelesaiakan konflik agraria antara mereka dengan PTPN II dan membubarkan perusahaan plat merah tersebut karena kerap merampas tanah-tanah petani di Sumatra Utara seperti disampaikan Widi Wahyudi, kordinator aksi.

"Di daerah tidak ada penyelesaian. Kami sudah bolak-balik ke Bupati, Gubernur, DPRD, BPN, Namun hingga kini belum ada tindaklanjut," Ujarnya.

Masyarakat yang terdampak  penggusuran ini, Kata Widi, sekitar 2.200 kepala keluarga. Di Desa Simalingkar A Kecamatan Pancur Batu dan Desa Semencirim Keamatan Putalim Baru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.

"Di Jakarta nanti besar harapan kami bertemu dengan Bapak Presiden. Sekarang perwakilan delegasi sudah melakukan pertemuan dengan kementerian terkait. Kami menyusul sampai ke istana," harap Widi.

Luas areal konflik antara petani SPSB dengan PTPN II sekitar 854 hektar, sedangkan STMB sekitar 850 hektar. 

Di lokasi ini masyarakat telah mengantongi SK Landreform sejak 1984 bahkan sebanyak 36 petani di Sei Mencirim yang tergusur sudah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM).

Tahun 2017 masyarakat dikejutkan oleh pemasangan plang oleh PTPN II Deli Serdang yang tertulis Nomor Sertifikat HGU No. 171/2009 di Desa Simalingkar A.

Selanjutnya ribuan aparat menggusur lahan pertanian warga yang memicu perlawanan masyarakat Desa Simalingkar A, Desa Duren Tunggal dan Desa Namo Bintang, Kec. Pancur Batu, Kab. Deli Serdang.

 

Berita Lainnya

Peristiwa

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934