Badega Menuju Desa Maju Reforma Agraria (DAMARA)

Sabtu, (14/5) adalah momen paling penting dan bahagia bagi rakyat Badega. Pada hari itu, Serikat Petani Badega (SPB) bersama KPA melakukan acara syukuran dalam rangka merayakan kemenangan mereka dalam merebut kembali hak atas tanah. Bukan itu saja, momentum ini juga dijadikan kesempatan melakukan konsolidasi dalam menyusun langkah ke depan untuk menuju Desa Maju Reforma Agraria (DAMARA) bagi rakyat Badega.
 
Acara syukuran ini diawali oleh penampilan kirab budaya dari 13 kelompok yang tergabung dalam SPB. Masing-masing kelompok melakukan arak-arakan dengan membawa hasil bumi mengelilingi kampung Badega sebelum menuju lokasi acara syukuran yang terletak di kampung Cikopo, Desa Cipangramatan, Kec. Cikajang, Kab. Garut. Selain sambutan dari KPA dan SPB selaku penyelenggara, acara ini juga diisi beberapa testimony oleh aktivis-aktivis yang dulu pernah terlibat dalam memperjuangkan tanah Badega ini. Dan juga berupa nyanyian oleh Mukti sebagai bentuk peghormatan terhadap perjuangan 13 pejuang tanah Badega yang dulu pernah dikriminalisasi oleh aparat Negara. Mereka terdiri dari Suhdin, Kokom, dkk yang sebagiannya sudah menjadi almarhum.
 
Bagi rakyat Badega, 33 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk merebut kembali hak-hak mereka atas tanah yang selama ini dirampas oleh perusahaan yang dilegitimasi oleh negara. Konflik Badega juga telah meghasilkan beberapa generasi yang turut andil dalam merebut kembali hak atas tanah tersebut. SPB sebagai wadah organisasi rakyat Badega adalah sebuah hasil dari perjuangan panjang mereka. Dalam perjalanannya, konflik agraria di Badega telah menjadi inspirasi bagi kalangan aktivis di seantero tanah air dalam memperjuangkan reforma agraria. Konsistensi dan tekad yang bulat dalam perjuangan panjang tersebut menjadi alasan kenapa Badega layak disebut sebaga acuan bagi mereka yang bergerak dalam perjuangkan reforma agraria di bumi pertiwi ini.
 
Sekarang, rakyat Badega sudah bisa mengelola tanah mereka dengan tenang karena negara telah mengakui hak mereka tersebut melalui pemberian sertifikat kepada setiap warga di Badega. Namun, perjuangan dalam menciptakan reforma agraria yang sejati belumlah selesai. Ini baru langkah pertama, langkah selanjutnya adalah membangun sistem tata usaha yang mandiri, mapan dan kolektif. Untuk itu, KPA terus berkomitmen melakukan pendampingan dan pengorganisasian di Badega bersama SPB dalam menuju Desa Maju Reforma Agraria (DAMARA).
 
DAMARA adalah sebuah bentuk konsep desa yang telah berhasil melewati tahapan konlfik agar mampu sistem produksi yang mandiri, mapan dan kolektif tersebut. KPA memandang, gerakan tani yang terjadi selama bermula dari konflik agraria. Sehingga, ketika konflik selesai, organisasinya pun bubar. Padahal, itu baru satu tahapan perjuangan kaum tani dalam mencapai kesejahteraan mereka. Masih banyak tahapan yang harus diselesaikan, seperti membangun usaha yang kolektif melalui koperasi, penguatan organisasi, dan membangun koneksi antara sektor gerakan rakyat. Oleh karena itulah, KPA akan terus konsisten melakukan pendampingan di Badega untuk melakukan tahap demi tahap dalam mencapai cita-cita tersebut. Ke depan, Badega harus menjadi salah-satu percontohan gerakan reforma agraria yang berhasil melalui DAMARA sehingga bisa menjadi acuan bagi wilayah-wilayah di tanah air yang sedang berkonflik.

Berita Lainnya

Kegiatan

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934