Tujuh Tahun STI: Konsistensi Perjuangan Reforma Agraria

Claro A. Mujitahid

Indramayu (kpa.or.id) - Minggu, 3 Maret 2019 merupakan hari bersejarah bagi Serikat Tani Indramayu (STI). Tepat di hari itu, serikat tani yang merupakan salah satu anggota KPA tersebut merayakan tujuh tahun perjuangan mereka dalam mewujudkan reforma agraria.

Ribuan anggota organisasi memadati Desa Kedokan Gabus, Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada hari itu, tempat perayaan berlangsung.

Perayaan dimulai dengan konvoi ribuan anggota organisasi dari lapangan Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya menuju Desa Kedokan Gabus. Selanjutnya dibuka dengan kesenian Berokan, salah satu kesenian lokal di Indramayu.

Selain merayakan hari jadi yang ke-7, dalam kegiatan ini STI sekaligus juga melaksanakan pelantikan dan pengukuhan pengurus organisasi yang baru, Periode 2019 – 2022 oleh Sekjen KPA, Dewi Kartika. Hadir pula, Syamsudin Wahid, Departemen Penguatan Organisasi KPA, Claro A. Mujitahid, Departemen Kampanye KPA, dan Sekjen Serikat Nelayan Indonesia (SNI), Budi Laksana.

Dalam orasi politiknya, Abdul Rojak selaku Dewan Tani sekaligus pendiri STI berpesan kepada seluruh anggota organisasi agar terus konsisten dalam perjuangan untuk mewujudkan  dan memperluas gerakan reforma agraria di Indramayu.

“STI ke depan dituntut untuk terus memperkuat kelembagaan, keanggotaan dan gerakan politik, serta melakukan penyamaan pandangan agar organisasi ini makin solid dan kuat”, tegas Rojak.

“STI harus tetap konsisten dengan perjuangan reforma agraria, memanfaatkan momentum politik untuk memperluas perjuangan dalam rangka memperkuat gerakan reforma agraria” lanjutnya.

Dalam sambutanya, Sekjen KPA mengucapkan selamat dan sukses kepada Ketua STI yang baru terpilih dan terselenggaranya perayaan hari jadi STI yang ke-7 tersebut.

Selanjutnya, ia menyampaikan beberapa hal, pertama, ia menegaskan bahwa reforma agraria adalah agenda politik yang harus terus diperjuangkan; kedua, STI telah berhasil melahirkan kader-kader terbaik yang tidak hanya mampu berbicara di level kabupaten, namun juga di level nasional dan bahkan internasional.

“Jadi jika kita lihat para politisi di DPR RI, DPRD Provinsi hingga DPRD Kabupaten tidak mengamini atau tidak setuju dengan agenda reforma agraria, maka kita pastikan lewat kader-kader terbaik kita bahwa agenda reforma agraria harus terus diperjuangkan,” tegas Dewi.

Pada tahun 2017, Asep Maulana, Sekjen STI bersama dengan beberapa pimpinan serikat tani anggota KPA lainnya hadir ke istana dan bertemu langsung dengan Presiden RI untuk menyampaikan agenda-agenda reforma agraria yang tidak berjalan secara optimal.

Dewi juga memaparkan beberapa capaian KPA bersama serikat tani anggota dalam setahun terakhir. Diantaranya penyelenggaraan Global Land Forum 2018 di Bandung, terbitnya Perpres No. 86 tentang Reforma Agraria dan menjadi panelis Debat Kedua Pilpres 2019.

Terbitnya Perpres Reforma Agraria, yang kita tunggu selama 4 tahun ini, merupakan satu kemenangan bagi serikat tani yang tengah memperjuangkan hak atas tanahnya karena perpres ini merupakan peraturan operasional tentang pelaksanaan refroma agraria yang pertama sejak diundangkannnya UUPA 1960,” sambungnya.

Dewi menegaskan, bahwa capaian-capaian tersebut merupakan hasil perjuangan serikat tani di Indonesia, termasuk STI. Dari agenda yang dianggap tabu dan dianggap sebagai komunis, sekarang reforma agraria justru diakui pemerintah bahwa negara harus mengakui hak-hak petani atas tanah.

Dewi juga menmbahkan bahwa lahirnya perpres ini menjadi langkah positif bagi KPA, STI dan serikat tani di Indonesia untuk terus memperbesar gerakan reforma agraria.

Munculnya pertanyaan-pertanyaan mengenai konflik agraria dan reforma agraria dalam debat pilpres lalu merupakan momentum bagus karna menjadi ajang edukasi publik terhadap isu ini dan kesempatan menyebarluaskan gagasan reforma agraria di Indonesia,” tutup Dewi.

Sementara Jahid, selaku ketua STI yang baru dalam orasinya menegaskan garis-garis perjuangan organisasi yang diterjemahkan ke dalam empat nilai perjuangan, diantaranya; 1) memperkuat kelembagaan; 2) memperkuat gerakan reforma agraria; 3) memperkuat gerakan politik dan 4) memperkuat penataan produksi dan ekonomi organisasi. (CAM)

 

Berita Lainnya

Kegiatan

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934