Serikat Tani Indramayu: Perkuat Organisasi, Membangun Desa yang Mandiri

Benni Wijaya

Indramayu (kpa.or.id)- Gerakan reforma agraria, bagi masyarakat desa dan kaum tani pada hakikatnya bukan hanya sebatas perjuangan mempertahankan tanah. Namun jauh dari pada itu, ia merupakan perjuangan bagaimana membangun dan menentukan arah pembangunan desa secara berdaulat dan mandiri, baik secara sosial, ekonomi, budaya dan politik.

Guna mencapai itu, diperlukan soliditas yang kuat melalui organisasi-organisasi yang dibangun atas kesadaran dan inisiatif dari masyarakat desa dan kaum tani itu sendiri.

Inilah yang menjadi salah satu poin penting dalam ‘’Rapat Akbar Desa Maju Reforma Agraria’’ yang diselenggarakan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) bersama Serikat Tani Indramayu (STI) di Dusun Plasa Koneng, Desa Mekarjaya, Kecataman Gantar, Indramayu, Rabu, 24 April 2019, salah satu basis tani lokal STI.

Saya mengajak kepada seluruh petani STI basis Plasa Koneng untuk terus mempertahankan kekompakan kita dalam perjuangan untuk menghalau musuh-musuh kaum tani”, demikian seruan Jahid, Sekjen STI di tengah-tengah rapat akbar tersebut.

Ia juga berterimakasih kepada KPA karena telah menjadi kawan seperjuangan STI selama ini.

Dalam pidatonya, Jahid juga memaparkan sejarah perjuangan STI. Awal perjuangan STI dimulai karena akumulasi kekecewaan kaum tani terhadap Perum Perhutani yang bertindak sewenang-wenang melakukan pemerasan dan pungutan liar dari para petani penggarap’’, paparnya.

Sekarang budaya pungutan liar dan bagi hasil telah hilang karena perlawanan yan gigih dari petani STI”, ia melanjtukan.

Ia juga mengatakan saat ini para petani suda bisa menanam padi dan palawija di tanah garapannya masing-masing tanpa adanya gangguan dari mandor-mador Perhutani.

Senada, Rudi Casrudi, dari Departemen Penguatan Organisasi KPA menyampaikan para petani harus mulai memperkuat organisasi, meningkatkan produksi pertanian, memperhatikan unsur-unsur ekologis, menggunakan teknologi tepat guna untuk membantu produksi tani sekaligus mengidentifikasi ulang-ulang kekayaan agraria yang berada di sekitar wilayah desa. Sebagai prasayarat membangun desa yang lebih demokratis, adil dan mampu memberikan kesejahteraan.

Rapat akbar yang dihadiri ratusan anggota organisasi ini juga digunakan untuk menyampaikan hasil temuan pemetaan sosial – ekonomi desa yang dilakukan KPA dan STI beberapa waktu sebelumnya.

Hasil temuan tersebut langsung disampaikan oleh Rudi. Ada tiga temuan penting yang didapat. Pertama, lokasi Desa Mekarjaya merupakan desa terbesar di Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu dan juga basis terbesar STI dengan jumlah tujuh basis dari total 24 basis.

Kedua, awal mulanya, desa Mekarjaya merupakan lokasi transmigrasi lokal sekaligus penerima manfaat dari program landreform di era pemerintahan Presiden Soekarno. Kemudian dalam perkembangannya tanah-tanah landreform tersebut diambil-alih secara sepihak oleh Pemerintah Orde Baru untuk diberikan kepada Perum Perhutani.

“Pemerintah harus segera mengembalikan dan memberikan alas hak kepada petani penggarap di basis STI Plasa Koneng”, tegas Rudi.

Ketiga, sejarah perlawanan dimulai ketika para mandor Perhutani meminta pungutan bawon (baca: pajak) yang tinggi kepada para penggarap lahan yang dirasa sangat memberatkan. Ditambah bagi hasil yang sangat jauh dari kata menguntungkan, di mana para penggarap hanya mendapat porsi 25 % dari hasil penen mereka. Sementara sisanya menjadi milik Perhutani. Belum lagi penanaman pohon kayu putih dan jabon yang semakin mempersempit wilayah garapan dan sawah para petani.

Situasi inilah menjadi alasan petani STI terus berjuang mempertahankan tanah mereka dari gangguan-gangguan para mandor Perhutani.

Disamping itu, Rudi menilai STI juga perlu melakukan pemetaan partisipatif, penertiban lahan garapan, dan meperbaiki fasilitas umum (baca: jalan usaha tani) agar dapat dilalui oleh traktor dan kendaraan roda empat, serta mendorong adanya lahan kolektif untuk keperluan organisasi tani dimasa yang akan datang. (BW)

Berita Lainnya

Kegiatan

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934