Pasca Redistribusi Tanah, Serikat Petani Minahasa Fokus Penataan Produksi dan Distribusi

Benni Wijaya

Minahasa Tenggara (kpa.or.id) - Para petani Serikat Petani Minahasa (SPM) mulai berbenah melakukan penataan produksi dan distribusi pasca menerima redistribusi tanah, November tahun lalu.

Sebelumnya, para petani juga telah melaksanakan penataan guna lahan untuk merombak ulang penguasaan tanah di antara sesama petani anggota organisasi. Tujuannya, agar terjadi pemerataan penguasaan tanah di antara para anggota, termasuk juga mengalokasikan wilayah untuk fasilitas sosial, fasilitas umum, serta fasilitas pendukung lainnya.

Para petani menyadari perjuangan mereka tidak hanya cukup sebatas menerima redistribusi tanah. Masih banyak tantangan dan agenda yang harus dilakukan ke depan. Bagaimana mengelolah tanah secara kolektif, membangun lembaga keuangan dan koperasi hingga menyiapkan rencana-rencana usaha produksi yang bisa meningkatkan pendapatan para petani. Salah satunya menghasilkan produk olahan dan turunan dari hasil panen mereka.

Sebab itu, SPM bersama Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) melaksanakan Rapat Akbar Desa Maju Reforma Agraria (Damara) dari tanggal 30 April hingga 2 Mei 2019 di Desa Mangkit, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara.

Pertemuan selama empat hari tersebut bertujuan membangun kesadaran para petani penggarap mengenai pentingnya penguatan organisasi; penataan produksi dan distribusi pasca redistribusi tanah; sekaligus pengayaan teknis dan strategi advokasi berjenjang terkait access reform. Di akhir kegiatan, para petani menyusun rencana dan strategi ke depan menuju Damara.

Ratusan anggota organisasi terlihat antusias mengikuti rapat akbar tersebut semenjak hari pertama hingga proses penyusunan renstra Damara di Desa Mangkit.

Kepala Departemen Penguatan Organisasi KPA, Syamsudin optimis melihat pengembangan Damara di Desa Mangkit. Ia menilai pelaksanaan Damara akan berjalan dengan baik. Indikasinya, antusiasme dan semangat anggota dan pengurus organisasi.

Setidaknya, jika rencana ini berjalan dengan baik, maka enam bulan ke depan akan tercipta perubahan yang signifikan mengenai tata produksi dan distribusi di Desa Mangkit,” pungkasnya.

Semangat ini yang harus kita kawal dan jaga agar apa yang dicitakan KPA bersama petani, yakni lahirnya Damara di Desa Mangkit bisa tercapai,” Syamsudin melanjutkan.

Dari rapat penyusunan rencana dan strategi tersebut, ada beberapa agenda yang disepakati para anggota organisasi untuk 19 bulan ke depan; mendirikan Credit Union (CU); mengembangkan industri rumah tangga untuk produk olahan dari pisang. Industri rumah tangga ini akan dijalankan oleh perempuan dan ibu-ibu berbasis pertanian kolektif. (BW)

 

 

 

Berita Lainnya

Kegiatan

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934