Organisasi Tani Pawartaku Bangun Bank Srintil

admin

Blitar (kpa.or.id) - Paguyuban Warga Tani Kulon Bambang (Pawartaku) akan mendirikan Bank Srintil dalam beberapa waktu ke depan. Rencana pendirian tersebut merupakan salah satu tahapan menuju Desa Maju Reforma Agraria (Damara) di Kulon Bambang, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Hal ini disepakati dalam “Rapat Akbar Desa Maju Reforma Agraria” yang berlangsung pada Kamis, 2 Mei 2019 lalu. Rapat diawali dengan pembahasan hasil pemetaan sosial – ekonomi Desa Kulon Bambang yang telah selesai dilaksanakan..

Dari hasil pemetaan tersebut, dapat disimpulkan pasca redistribusi tanah, fokus organisasi lebih tercurah kepada pendirian dan pengembangan Credit Union (CU) sehingga pengolahan tanah kolektif yang telah disediakan sejak awak tidak tergarap secara maksimal.

Irvan, kordinator Damara Kulon Bambang menekankan, ke depan perlu kembali memperkuat kerja-kerja organisasi khususnya mengatasi masalah-masalah produksi pertanian desa.

Kita memiliki lahan kolektif, kita memiliki Pusat Pendidikan (Pusdik), namun belum digarap secara maksimal, “ ujarnya.

Dalam rapat tersebut, para anggota organisasi juga diajak untuk melakukan refleksi terkait perjuangan mereka selama ini.

Seperti yang diutarakan Rudi Casrudi, dari Departemen Penguatan Organisasi KPA. Ia memantik kembali tujuan perjuangan organisasi pasca redistribusi (baca: tata kuasa)

Perjuangan para petani di sini menjadi inspirasi gerakan tani untuk merebut hak atas tanah di tempat lain,” jelas Rudi.

Dari pengalaman perjuangn tersebut setidaknya dibutuhkan; pertama, organisasi yang kuat; kedua, momentum yang tepat dan terakhir, memiliki strategi perjuangan organisasi,” Rudi menjabarkan.

Rudi juga menerangkan, saat ini perjuangan Pawartaku masih berada pada posisi tata kelola. Usaha-usaha pengelolaan integrated farming (kebun dan kambing) menjadi pokok penghasilan keluarga petani di desa.

Hal-hal yang diperlukan dalam situasi saat ini adalah petani bisa memanfaatkan kotoran hewan semaksimal mungkin untuk keperluan kebunnya dan memanfaatkan tanah kolektif guna keperluan organisasi,” sambungnya.

Bank Srintil Sebagai Pusat Terpadu Pupuk Organik

Salah satu rencana yang akan dilakukan pasca rapat akbar ini ialah mendirikan Bank Srintil. Bank Srintil merupakan pusat pembuatan pupuk organik yang akan mendukung kegiatan produksi pertanian desa.

Bank ini nantinya akan berfungsi sebagai tempat penampungan kotoran hewan (baca: sapi, kambing) dari seluruh anggota organisasi/petani. Beragam bentuk pupuk organik, seperti Mikro Organisme Lokal (MOL), bokashi, tzuchi koii, dan arang sekam akan diproduksi di sini.

Hasil olahan ini nantinya akan dijual kepada anggota maupun pihak dari luar organisasi melalui barter atau skema jual-beli yang disepakati. Hasil dari usaha tersebut nantinya akan digunakan untuk kepentingan anggota dan desa.

Tahap pertama ini, operasi bank srintil, tersebut akan didukung oleh KPA, CU Pawartaku, PPAB, dan Sitas Desa.

Sebelumnya, para petani belajar membuat pupuk organik. Pelatihan ini difasilitasi oleh Syamsul Asinar dari Inagri.

Potensi sumber-sumber agraria di lokasi ini melimpah, hampir semua petani memiliki kambing di kebun-kebun mereka. Dengan melimpahnya potensi tersebut, kita bisa memulai memanfaatkan untuk kebutuhan membuat pupuk organik,” kata Syam.

Sebagai pengantar, para peserta diarahkan untuk membuat MOL dari dari nasi, arang sekam dan pembuatan tzuchikoji sebagai media untuk memperbaiki struktur tanah.

Dalam rapat akbar tersebut, turut hadir Ketua Persatuan Petani Aryo Blitar (PPAB), Jaka Wadira.

 

 

Berita Lainnya

Kegiatan

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934