KNPA dan Pakar Agraria Lanjutkan Pembahasan Naskah Akademik dan Draft RUU Pertanahan

admin

Jakarta (kpa.or.id) - Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA) menyelenggarakan rapat pembahasan draft RUU Pertanahan bersama para pakar agraria secara daring, Jum’at, 17 April 2020. Beberapa pakar yang hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya, Endriatmo Soetarto (IPB), Nurhasan Ismail (UGM), Maksoem Machfoedz (Majelis Pakar KPA/UGM), Kurniawarman (Unand), Hariadi Kartodiharjo (IPB).

Pertemuan ini guna membahas naskah akademik dan draf RUU Pertanahan hasil rumusan Tim Perumus KNPA dengan para pakar dan akademisi. Sebelumnya, November 2019, KNPA bersama para pakar dan akademisi sepakat menyusun naskah akademik dan draft RUU pertanahan versi gerakan masyarakat sipil.

Mengawali kesempatannya, Sekjen KPA, Dewi Kartika menekankan pentinganya bagaimana prinsip dari naskah dan draf RUU Pertanahan yang telah disusun ini mengedepankan aspirasi gerakan masyarakat sipil atau gerakan reforma agraria.

“Kita akan merumuskan bagaimana prinsip utama RUU Pertanahan, teknis utama pembentukan pasalnya serta bagaimana strategi advokasinya untuk mendorong RUUP versi gerakan masyarakat sipil.” jelas Dewi.

Selain itu, Dewi juga menekankan posisi KNPA dan pakar dari pengakuan wilayah adat, bentuk hak atas tanah, bagaimana penyelesaian konflik agraria, bagaimana teknik dan metode soal keberlanjutan ekologi dan lingkungan hidup dalam RUU Pertanahan.

Semuanya harus menjadi spirit dari RUU Pertanahan. menekankan tanah di fungsi sosial dan ekologinya.” lanjut Dewi.

Ia juga menambahkan bahwa pembahasan mengenai substansi yang harus dibahas lebih lanjut, seperti, pertama, penyusunan pasal-pasal yang berfifat teknis; kedua, pengaturan ulang proses pendaftaran tanah dalam RUU Pertanahan; dan ketiga, pengaturan pembentukan kelembagan pertanahan (penggabungan planologi dan spasial ke dalam Kementerian ATR/BPN) dalam konteks harmonisasi regulasi pertanahan.

Sementara itu, Ketua Dewan Nasional KPA, Iwan Nurdin menambahkan bagaimana menentukan tujuan untuk menjadi dasar penentuan subjek dan objek dalam RUU Pertanahan ini.

Ada 3 (tiga) pekerjaan utama, redistribusi, penyelesaian konflik dan pemberdayaan ekonomi, dalam pelaksanaannya bagimana menyinergikan dengan berjalannya UU Desa,” ujarnya.

Beberapa hal pokok yang juga dibahas dalam pertemuan ini ialah, pendaftaran tanah, penyelesaian konflik agraria termasuk di kawasan hutan, reforma agraria, termasuk posisi masyarakat dan gender dalam RUU Pertanahan ini.

Beberapa pakar yang hadir pada pertemuan ini, tidak luput memberikan pandangannya. Salah satunya, Kurniawarman. Ia menekankan bahwa RUU Pertanahan tidak untuk merubah UUPA 1960, termasuk di dalammnya mengenai pendaftaran tanah.

“Jika dihubungkan dengan RUU Cipta Kerja mengenai HGU dan sebagainya, jika benar waktunya akan dibuat menjadi 90 tahun itu sudah melanggar dan bertentangan dengan UUPA,” jelasnya.

RUUP ini harus konsisten dengan posisinya untuk tidak mengubah UUPA tapi memberikan penguatan pada penafsiran sisi lemah yang dimiliki UUPA”, ia menambahkan.

Mengenai pendaftaran tanah dalam RUU Pertanahan, Endriatmo Soetarto menekankan pentinganya bahwa pendaftaran tanah harus dilakukan dalam konteks memotret penguasaan tanah secara aktual. Distribusi tanah yang tidak mampu menguarai ketimpangan penguasaan, seperti terjemahan pemerintah melalui sertifikasi harus dihentikan,” tegasnya.

Sementara itu, Maksoem Machfoedz menambahkan, bahwa pendaftaran tanah harus dihubungkan dengan tata guna tanah.

Sekarang ini, sebagian besar penggunaan tanah kita adalah petani gurem. Maka itu, pendaftaran tanah tidak boleh melupakan tata guna tanah dan tata ruang tanah,” ujarnya.

Ke depan, KNPA bersama pakar akan kembali melanjutkan pembahasan dan mendalami isu-isu persektor di RUU Pertanahan, diantaranya terkait stelsel, land reform, masyarakat hukum adat, perkebunan dan perempuan. Hal ini ditujukan untuk semakin mmperkuat substansi RUU Pertanahan versi masyarakat sipil.

 

 

 

Berita Lainnya

Kegiatan

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934