Kawal Sidang Gugatan Supres Omnibus Law, Petani SPM Baca Puisi Perlawanan Depan PTUN

admin

Jakarta (kpa.or.id) - Kami mendukung Majelis Hakim untuk segera membatalkan Surat Presiden Omnibus Law,” begitu Casiman, pemuda tani dari Serikat Petani Majalengka (SPM) kala menutup aksi baca puisinya, berjudul “Jerit Tangis Para Petani” di depan PTUN Jakarta. Puisi ini sengaja ia buat sendiri untuk dibacakan di depan gedung pengadilan.

Saat itu, Selasa, 11 Agustus 2020, sedang berlangsung sidang lanjutan gugatan Surat Presiden (Surpres) Omnibus Law oleh para penggugat yang terdiri dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), dan Merah Johansyah, Kordinator Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) selaku penggugat individu. Sidang kali ini diagendakan untuk melengkapi alat bukti surat dari penggugat.

Bersama organisasi penggugat, hadir belasan pemuda tani dari SPM yang secara langsung datang dari Majalengka ke Jakarta untuk mengawal proses persidangan dan memberikan dukungan kepada Majelis Hakim untuk segera membatalkan Surpres Omnibus Law.

SPM, salah satu serikat tani anggota KPA sejak awal telah menyatakan penolakan terhadap RUU Cipta Kerja yang tengah digodok Pemerintah dan DPR RI.

Kami dari SPM, dari pemuda Majalengka menolak Omnibus Law karna tidak adil terhadap keberlanjutan hidup para petani di Indonesia,” jelas Casiman.

“RUU ini akan semakin memperparah konflik agraria yang selama ini telah banyak terjadi di banyak titik dan wilayah Indonesia,” terangnya.

Intinya dari SPM menolak Omnius Law Cipta Kerja karna akan semakin banyak petani yang akan menjadi korban,” demikian Casiman.

Roni Septian, dari KPA menegaskan bahwa petani datang langsung mengawal sidang ini sebagai sikap penolakan terhadap RUU Cipta Kerja.

Mengapa petani dari Majalengka dan begitu banyak petani yang melakukan aksi penolakan dari berbagai wilayah? Karna RUU Cipta Kerja secara substansi tidak menjawab krisis yang dialami petani,” tegasnya.

RUU ini hanya mewakili aspirasi investor dan kelompok bisnis yang di sisi lain justru mengancam keberlangsungan hidup petani,” tutup Roni.

 

 

Berita Lainnya

Kegiatan

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934