Rapat GRA di Negeri Nyiur Melambai, KPA Wilayah Sulawesi Utara Resmi Dibentuk

Minahasa (kpa.or.id) – Dalam rangka memperkuat konsolidasi perjuangan reforma agraria di tingkatan basis, KPA kembali melanjutkan Rapat Akbar Gerakan Reforma Agraria di beberapa wilayah. Agenda ini merupakan tahap kedua setelah rangkaian rapat akbar yang diselenggarakan akhir tahun lalu di Jawa Barat, Jambi, Sumatra Utara, Sulawesi Tenggara, dan Bali.

Kali ini rapat akbar diselenggarakan oleh KPA bersama salah satu organisasi tani anggota, yakni Serikat Petani Minahasa (SPM) di Desa Kalase di Kabupaten Minahasa Utara dan Desa Ongkaw di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Rangkaian ini diselenggerakan sejak 12-15 Februari 2021.

Terhitung sekitar 30 Organisasi Tani Lokal (OTL) yang hadir dalam rapat akbar di Desa Kalase. Sementara, rapat akbar di Desa Ongkaw dihadiri 50 OTL yang berasal dari Desa Ongkaw, Blongko, Sapa, dan Tia Wangko.

Ada beberapa hal yang dibahas dalam dua pertemuan ini, yaitu progres advokasi Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA), tindaklanjut pertemuan dengan Presiden Joko Widodo pada tanggal 23 November 2021 di Istana Negara. Selanjutnya membahasa perkembangan kebijakan agraria di tingkat nasional dan lokal, dan rencana pembentukan KPA Wilayah Sulawesi Utara.

Desa Ongkaw termasuk salah satu lokasi yang akan dipercepat penyelesaiannya pada tahun ini. Sebab itu, perlu untuk memperkuat dan melengkapi data subjek (petani), data objek (luasan garapan), dan dokumen-dokumen pendukung proses penyelesaiannya.

Sekjen KPA, Dewi Kartika menekankan pentingnya bagi petani untuk mengetahui prinsip-prinsip reforma agraria agar tujuan perjuangan tidak gampang dibelokkan oleh pemerintah maupun kelompok-kelompok yang ingin mencari keuntungan dari situasi ini.

“Konsolidasi diantara anggota petani harus terus dilakukan melalui penguasaan tanah dan memperkuat kapasitas petani dengan mekanisme musyawarah-mufakat di tingkatan organisasi yang bersifat terbuka dan melibatkan seluruh komponen organisasi.“, Ujar Dewi.

LPRA adalah bentuk nyata gerakan reforma agraria berdasarkan insisiatif rakyat (agrarian reform by leverage) yang harus terus diperkuat. Maka dari itu peran petani sangat diperlukan, salah satunya dengan memperluas, mengembangkan Desa Maju Reforma Agraria (Damara) di setiap basis. Hal ini dilakukan untuk terus mendorong transformasi sosial di pedesaan menuju desa yang mandiri dan sejahtera”, Dewi menegaskan

KPA Wilayah Sulawesi Utara Resmi Dibentuk

Banyaknya persoalan agraria seperti konflik dan ancaman penggusuran yang menggelayut  bumi nyiur melambai menjadi tantangan tersendiri yang harus segera dijawab oleh gerakan reforma agraria di Sulawesi Utara.

Sebab itu, dalam kesempatan ini, KPA bersama SPM membentuk kepengurusan KPA Wilayah Sulawesi Utara agar proses konsolidasi GRA di Sulut semakin cepat dan meluas.

Simon Aling, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua SPM didapuk menjadi Korwil KPA Sulut. Sementara, SPM yang selama ini menjadi tulang punggung dan perpanjangan KPA dalam mengkonsolidasikan GRA di Sulut yang tadinya mencakup Minahasa Raya direstrukturisasi menjadi tiga kepengurusan, yakni Minahasa Induk, Minahasa Tenggara, dan Minahasa Selatan.

Hasil musyawarah dan mufakat seluruh anggota menetapkan Musa sebagai ketua SPM Minahasa Tenggara, Yansen sebagai Ketua SPM Minahasa Selatan, dan Yeri Lukas sebagai Ketua SPM Minahasa Induk.

Sebagai penutup rangkain agenda rapat akbar di Sulawesi Utara, KPA menyelenggarakan pendidikan untuk seluruh OTL anggota KPA Sulawesi Utara. Materi yang disampaikan terkait prinsip-prinsip, peran organisasi, dan komitmen setiap pengurus organisasi dalam perjuangan reforma agraria.

Pendidikan ini dirasakan sangat perlu untuk semakin memperkuat konsolidasi di tingkat tapak karena perjuangan reforma agraria ke depan semakin berat di tengah ancaman penggusuran, kriminalisasi hingga intimidasi terhadap di wilayah-wilayah konflik agraria.

Berita Lainnya

Kegiatan

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934