Forum Tani Pematang Siantar Tolak Klaim PTPN III di Atas Garapan Masyarakat Gurilla

admin

Pematangsiantar (kpa.or.id) - Forum Tani Sejahtera (Futasi), salah satu anggota Konsorsium Pembaruan Agraria di Siantar melakukan konsolidasi bersama pengurus KPA Wilayah Sumut, Sabtu, 20 November 2021. Konsolidasi ini diselenggarakan di tanah reklaiming salah satu basis Futasi di Kelurahan Gurilla, Kecamatan Siantar Sitalasari, Pematang Siantar, Sumatra Utara.

Korwil KPA Sumut, Hawari Hasibuan menjelaskan konsolidasi ini sebagai respon atas tindakan PTPN III yang mengklaim tanah garapan masyarakat Gurilla. Pihak perusahaan melalui kuasa hukum mereka mengklaim tanah yang digarap masyarakat berada di wilayah HGU mereka. Padaha HGU PTPN III telah habis pada tahun 2004. Namun, kuasa hukum perusahaan tetap bersikukuh menyatakan HGU tersebut masih aktif.

Hawari menceritakan, kuasa hukum PTPN III menunjukkan HGU No. 3 tahun 2006 dengan luas 126,59 hektar yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Simalungun. “Yang kemudian direvisi menjadi HGU No.1 tahun 2006 dengan mengubah kabupaten Simalungun menjadi Kota Pematangsiantar,” ujarnya.

Menurut Hawari surat HGU yang diterbitkan BPN itu mencurigakan. Sebab, telah terjadi pemekaran pada 1996. Jadi letak tanah masyarakat Gurilla bukan lagi di Simalungun, melainkan ikut ke kota Pemantangsiantar.

“Maka kami menolak penerbitan HGU berserta dengan revisinya yang terkesan memaksakan. Terlebih masyarakat sudah menguasai dan menggarap tanah tersebut sejak tahun 2004,” ujar Hawari.

Artinya HGU No. 3 yang dibawa kuasa hukum tidak sah, karena lokasi Gurila di Pematang Siantar tidak lagi di Simalungun. Pada Jumat, 5 November 2021, pemerintah kota Pematangsiantar melalui camat Siantar Sitalasari mengundang Futasi untuk melakukan mediasi dengan PTPN III. Namun, mediasi gagal karena Kantah BPN Kota Pematangsiantar tidak hadir, maka Futasi menolak untuk hadir.

Setelah mediasi gagal, 17 November 2021, PTPN III melakukan upaya pematokan paksa di tanah Eks HGU PTPN III tersebut. Petani pun menolak proses pematokan ini. Cek-cok mulut pun tidak dapat dihindarkan hingga Polres Kota Pemantangsiantar datang. Akhirnya, proses pematokan dibatalkan pada hari itu.

Merespon hal tersebut,  Sabtu, 27 November 2021, akan dilakukan mediasi oleh camat Siantar Sitalasari.

Untuk itu, Hawari menekankan perlu adanya respon advokasi yang cepat untuk menghadapi situasi ini. Berdasarkan keputusan bersama akhirnya disepakati bahwa Futasi akan melakukan audensi ke BPN Pematangsiantar dan Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Sumatera Utara (Sumut). Adapun tujuan audiensi tersebut ialah meminta klarifikasi mengenai  HGU No. 01 yang dikeluarkan BPN Pematangsiantar.

Lalu, KPA Sumut juga akan mengajukan LPRA di Gurilla. Namun Hawari menekankan Futasi untuk sesegera mungkin melakukan verifikasi penguasaan tanah, berupa subjek dan objeknya. “Data itu merupakan persiapan penyusunan dokumen untuk usulan LPRA,” paparnya.

Hal lain yang dilakukan pada konsolidasi di Gurilla ialah restukturisasi Futasi. Jonar Sihombing terpilih menjadi ketua Futasi yang berangotakan 1200 KK.  Di saat yang bersamaan juga terdapat pemilihan 19 koordinator untuk setiap Organisasi Tani Lokal anggota Futasi. “Pemilihan 19 koordinator tersebut juga bertujuan untuk membantu kerja-kerja organisasi dan memudahkan komunikasi,” ujar Hawari.

Selain itu, stuktur baru terpilih merumuskan program dan kegiatan untuk satu tahun ke depan, yang salah satunya adalah meverifikasi subjek dan objek di setiap anggota Futasi. Selanjutnya, pembelakan terhadap stuktur dan seluruh anggota Futasi akan terus dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitas anggota dan penguatan organisasi.

Berita Lainnya

Kegiatan

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934