GeSLA Atasi Covid-19: May Day 2020 dan Solidaritas Seribu Masker dari Buruh untuk Petani dan GeSLA

admin

Jakarta (kpa.or.id) – Memperingati May Day 2020, Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) menggalang solidaritas 1000 masker untuk petani, hasil poduksi anggota mereka yang merupakan mantan pekerja garmen. Kegiatan ini sebagai wujud solidaritas dan terima kasih dari buruh kepada petani, khususnya ,kepada Serikat Petani Pasundan (SPP) dan Pergerakan Petani Banten (P2B) yang telah mendonasikan sebagian hasil panen mereka kepada buruh yang mengalami PHK di tengah pandemi Covid-19.

Solidaritas ini termasuk juga kepada Serikat Tani Indramayu (STI) dan Serikat Petani Karawang (Sepetak) atas distribusi hasil panen mereka melalaui “Aksi Pangan Sehat dan Ekonomis” melalui Gerakan Solidaritas Lumbung Agraria (GeSLA) Atasi Covid-19, memutus rantai distribusi pangan yang panjang dan berbiaya tinggi untuk memastikan konsumen prioritas, buruh, tenaga kerja informal dan kelompok rentan perkotaan mendapatkan pangan yang berkualitas dengan harga ekonomis dan sensitif krisis.

Masker tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Ketua Umum KPBI, Ilhamsyah kepada Sekretaris Jendral Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Dewi Kartika, di markas KPBI, Rawamangun, Jakarta Timur, 1 Mei 2020.

“Masker adalah salah satu kebutuhan bagi semua orang untuk melindungi diri dari pandemi covid ini,” terang Ilhamsyah selepas penyerahan masker.

“Kita (KPBI) memutuskan untuk membagikan seribu masker kepada petani anggota KPA sebagai bentuk solidaritas kita yang paling kecil dalam waktu dekat” tangkasnya.

“Rencana donasi masker ini sudah kita bicarakan beberapa waktu lalu sebelum May Day semenjak ada tawaran dari kawan-kawan KPA untuk pendistribusian hasil panen mereka terutama beras kepada serikat buruh dengan kualitas bagus dan harga yang jauh di bawah harga pasar,” jelas Ilham.

Sekjen KPA, Dewi Kartika menjelaskan kerjasama KPA dengan KPBI melalui GeSLA merupakan aksi nyata solidaritas antara kaum tani dan buruh merespon situasi krisis akibat wabah Covid-19. Memutus rantai panjang antara produsen pertanian skala kecil dengan konsumen prioritas perkotaan.

“Skema ini memastikan agar harga ditingkat petani itu senormal mungkin, jadi KPA menyerap panen-panen anggota dalam hal ini STI dan Sepetak dengan harga normal dengan cara mangangkut langsung dari lumbung-lumbung panen petani ke Jakarta dengan memangkas rantai distribusi dan memberikan insentif sehingga harga jual yang diberikan kepada buruh jauh di bawah harga pasaran” jelas Dewi.

Selanjutnya ada skema “Donasi Pangan Petani” dari petani SPP dan P2B yang juga telah berjalan dan didistribusikan kepada buruh dan masyarakat miskin kota lainnya di wilayah Jabodetabek dan Bandung.

“Ada sekitar tiga ton hasil panen untuk donasi berupa beras, sayur-syuran dan buah-buahan yang berhasil dimobilisasi oleh SPP di empat kabupaten di Jawa Barat dan satu ton oleh P2B (Banten) yang dibagikan kepada kelompok prioritas perkotaan, salah satunya KPBI, terutuma kita prioritaskan pada kawan-kawan buruh yang dirumahkan akibat pandemi covid-19” ungkap Dewi Kartika.

Sejauh ini, KPA dan KPBI telah menjalankan tiga skema GeSLA dari empat skema yang dijalankan selama kurang lebih dua bulan terakhir.

Pertama, aksi donasi pangan dari petani SPP dan P2B yang menyisihkan hasil panen mereka untuk diberikan kepada buruh, terutama yang mengalami PHK: kedua, aksi pangan sehat dan ekonomis, yakni distribusi pangan dari petani STI dan Sepetak memutus rantai distribusi pangan yang panjang dan berbiaya tinggi dengan menghubungkan langsung produsen pangan skala kecil dengan konsumen prioritas di perkotaan dengan pemberian insentif melalui Lumbung Agraria; dan ketiga, aksi jaga desa-kota memutus rantai penyebaran corona melalui solidaritas 1000 masker dari KPBI kepada KPA saat ini.

Dari catatan Lumbung Agraria, KPBI telah membeli beras anggota KPA sejumlah 3850 kilogram. Dengan rincian 1000 kg beras premium Pandan Wangi, 350 kg beras premium Ciherang, dan 2500 kilogram beras medium Ciherang.

Ilhamsyah berharap, kerja sama yang telah terbangun antara buruh dan petani disaat pandemi diharapkan terus berlanjut dan semakin masif.

“Ke depan, tidak hanya beras yang bisa kita kerjasamakan atau distribusikan tapi juga hasil-hasil pertanian lainnya. Jika kerja sama ini dapat kita tindak lanjuti pasti akan lebih bermanfaat bagi petani dan buruh. Petani tidak terombang ambing lagi oleh harga dari tengkulak dan buruh dapat menikmati hasil pertanian dengan harga terjangkau” tutup Ilham.

Sementara itu, Dewi juga berharap kerja sama yang telah terjalin antara KPA dan KPBI semasa pandemi ini dapat terus berlangsung dan menjadi gerakan baru dengan spirit ekonomi kerakyatan. (AR)

Berita Lainnya

Liputan Khusus

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934