GeSLA Atasi Covid-19: Petani Tebo Produksi Masker Secara Swadaya, Cegah Penyebaran Corona dan Gerakkan Ekonomi Lokal

admin

Tebo (kpa.or.id) – Serikat Tani Tebo (STT) bersama para anggota memproduksi masker secara swadaya guna mencukupi kebutuhan masker untuk mencegah penyebaran corona yang semakin meluas ke berbagai provinsi di Indonesia. Usaha ini dilakukan dengan cara mendorong para kader yang mempunyai kemampuan menjahit untuk membuat masker kain secara mandiri.

Selain mencukupi kebutuhan di tingkat organisasi, masker ini juga di jual ke pasar dengan harga tiga ribu rupiah sehingga perekonomian rumah tangga di desa tetap bergerak di tengah penurunan harga produk pertanian masyarakat yang disebabkan pandemi Covid-19.

Ketua STT, Martamis mengatakan sejauh ini sudah ada 500 masker kain yang diproduksi oleh para kader. Dari jumlah tersebut, STT terlebih dahulu mendistribusikan dan memastikan ketersediaan masker di tingkat anggota, dan sisanya dijual.

“Kita telah produksi sekitar lima ratus masker untuk dibagikan kepada anggota yang belum punya dan sisanya kita jual dengan harga tiga ribu rupiah” kata Martamis.

Inisiatif organisasi ini merupakan respon atas seruan Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Dewi Kartika pertengahan Maret lalu. Dewi menyerukan kepada seluruh organisasi anggota untuk mencegah penyebaran corona ke desa-desa, salah satunya dengan menggunakan masker agar terhindar dari penyebaran virus.

Seruan di atas diikuti dengan pengiriman 2000 masker kain ke seluruh organisasi anggota yang tersebar di berbagai provinsi, salah satunya, STT yang berada Desa Lubuk Mandarsah, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi.

Kegiatan distribusi masker ini merupakan salah satu skema dari Gerakan Solidaritas Lumbung Agraria (GeSLA) Atasi Covid-19, yaitu Aksi Jaga Desa-Kota Memutus Penyebaran Corona.

Selain mengirimkan masker, Sekjen KPA juge manghimbau kepada seluruh anggota untuk mendorong para penjahit lokal atau para kader yang mempunyai kemampuan menjahit membuat masker dari bahan kain. Sehingga bisa terus menggerakkan ekonomi lokal di tengah pandemi ini.

“Inisiatif pembuatan masker ini terinspirasi dari seruan Sekjen KPA, Ujar Martamis.

Setelah menerima kiriman masker dan selebaran seruan tersebut, kemudian kami melakukan rapat di tingkat organisasi dan memutuskan melakukan pembuatan masker secara swadaya,” lanjutnya

Martamis juga menjelaskan bahwa saat ini para kader masih terus melakukan penggararapan di tanah pertanian mereka masing-masing.

Tentu dengan mentaati protokol kesehatan seperti menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak,” tambahnya.

Selain itu, STT juga melakukan penyemprotan disinfektan secara gotong royong di beberapa titik , seperti fasilitas umum dan tempat peribadatan. Hal ini merupakan salah satu upaya dalam mencegah penyebaran virus.

Berita Lainnya

Liputan Khusus

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934