GesLA Atasi Covid-19: Serikat Tani Tebo Siapkan Lumbung Hadapi Krisis Pangan

admin

Tebo (kpa.or.id) – Pandemi Covid-19 telah menimbulkan krisis berlapis di tengah masyarakat, salah satunya ancaman krisis pangan akibat terganggunya kegiatan produksi dan distribusi hasil pertanian.

Hal ini disadari betul oleh Serikat Tani Tebo (STT) dengan melakukan antisipasi dini untuk mencegah dampak krisis yang lebih buruk. Guna menjaga ketersediaan stok pangan di tingkat organisasi, STT mulai mewajibkan para kader dan anggota menanam kebutuhan pokok seperti padi dan palawija.

“Setelah panen kemaren kita langsung membagi kelompok tani untuk menanam tanaman prioritas pangan. Hasil panen tersebut bisa kita saling tukar atau saling beli nantinnya.” ungkap Martamis, Ketua STT.

Martamis juga mengeluhkan harga panen yang anjlok akibat terganggunya distribusi.

“Panen kemaren kita mendapat kesulitan untuk menjual, karena akses yang terbatas akhirnya harga panen jatuh” tambahnya.

“Tetapi yang paling utama bagi kita bagaimana petani dapat menggarap tanahnya dengan aman dan tanah yang sudah kita garap selama ini menjadi hak milik kita” tutup Martamis. 

Hal ini menyikapi tindakan PT. Wirakarya Sakti (WKS) salah satu anak perusahaan Sinar Mas yang terus melakukan intimidasi meski di tengah pandemi ini. Pihak perusahaan meracuni tanaman para petani dengan menggunakan drone sehingga mengakibatkan kerugian.

STT sendiri saat ini tengah berkonflik dengan PT. WKS. Konflik tersebut telah berlangsung sejak 2006, melibatkan 830 petani penggarap anggota STT di atas tanah seluas 387,2 hektar.

Terpisah, Korwil KPA Jambi, Frandodi mengkritik kebijakan pemerintah yang tidak jelas dalam penanganan krisis covid-19.

“Harusnya pemerintah percepat reforma agraria untuk menghadapi krisis pangan yang akan terjadi. Malah pemerintah sibuk membahas Omnibus Law yang jelas berpihak pada pemodal, sementara di lapangan, pihak perusahaan terus dbiarkan mengintimidasi petani.” ungkap Dodi.

Dodi menegaskan Reforma agraria adalah kunci untuk mewujudkan kedualatan pangan secara nasional” tambahnya.

Dodi juga mengajak seluruh anggota KPA, khususnya di Jambi untuk menghidupkan semangat gotong royong menghadapi wabah virus ini.

“Karena kita sedang menghadapi krisis, kita harus bergotong royong untuk menghadapinya. Saling mengisi kelebihan dan kekurangan” tutup Dodi.

 

Berita Lainnya

Liputan Khusus

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934