GeSLA Atasi Covid-19: Petani dan Nelayan Barter Pangan, Solidaritas Ekonomi di Tengah Pandemi

admin

Jakarta (kpa.or.id) – Gerakan Solidaritas Lumbung Agraria (GeSLA) Atasi Covid-19 terus meluas. Kali ini Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) kerjasama dengan Serikat Nelayan Indonesia (SNI) membangun solidaritas ekonomi melalui barter pangan antara beras petani dengan ikan olahan dari nelayan, Selasa, 12/5/2020.

Krisis multidimensi yang diakibatkan pandemi Covid-19 dalam dua bulan terakhir ini telah berdampak terhadap kehidupan nelayan dan petani. Salah satunya penurunan harga di tingkat nelayan dan petani akibat turunnya permintaan.

Hal ini diakui Sekjen SNI, Budi Laksana. Ia mengatakan pandemi Covid-19 yang menjangkiti Indonesia menciptakan ketidakpastian dan kerentanan secara sosial-ekonomi bagi sebagian kelompok masyarakat salah satunya yaitu kelompok nelayan, pekerja (laki-laki dan perempuan) perikanan, komunitas pesisir dan keluarga mereka. Situasi ini muncul seiring diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengakibatkan terganggungnya usaha nelayan.

Bagi kami, nelayan dan para pekerja di bidang perikanan sangat merasakan dampak pandemi ini akibat turunnya harga ikan di pasaran akibat turunnya permintaan,” ungkap Budi.

“Harga ikan sudah turun 50 persen saja nggak ada yang beli karena warung dan restoran pada tutup. Ekspor juga susah, makanya inisiatif barter ini penting sekali dimulai,” kata Budi melanjutkan.

Dalam kerjasama ini, KPA dan SNI melakukan barter sejumlah 1 (ton) beras Ciherang dari Serikat Petani Karawang (Sepatak) dengan hasil olah ikan anggota SNI, yakni 150 Kg teri jengki kering, 200 paket abon teri dalam kemasan 120 gram dan 50 paket ikan layur gesek dalam kemasan 100 gram.

Budi juga mengatakan, kerjasama solidaritas ini merupakan esensi dari gerakan yang telah dilakukan selama ini.

“Petani bantu nelayan, nelayan bantu petani, rakyat bantu rakyat, saya kira itulah esensi di mana kita akan melawan Covid-19. Biar bagaimanapun, rakyat bantu rakyat ini salah satunya adalah bagaimana rakyat masih punya harapan, masih punya inisiasi bagaimana membangun akses pangan dari rakyat untuk rakyat,” tegasnya.

Saat ini, Lumbung Pangan Nelayan sudah tersedia di empat desa di Jawa Barat, di antaranya di Desa Pabean Udik Indramayu, Desa Karangsong Indramayu, Desa Gebang Udik Cirebon, serta Desa Kebang Kulon Cirebon. Adapun produk pangan yang diolah dari jenis ikan-ikanan mencakup teri jengki, abon ikan tongkol, abon rajungan, gesek layur, dan kembung asap.

Rudi Casrudi, dari Departemen Penguatan Organisasi KPA sekaligus pengelola Lumbung Agraria menegaskan pentingnya solidaritas antar rakyat saat situasi krisis ini.

Hal senada juga dibenarkan Sekjen KPA, Dewi Kartika. Ia mengatakan bahwa gerakan solidaritas ini penting untuk terus diperluas. Saat ini kita sudah bekerjasama dengan buruh, masyarakat adat, masyarakat rentan perkotaan dan terakhir ini dengan komunitas nelayan.

“Ini merupakan modal sosial kita yang harus terus diperkuat, bukan hanya dalam situasi pandemi ini. Namun bagaimana kerjasama ini terus berjalan dan menjadi embiro dari gerakan ekonomi kerakyatan yang selama ini kita cita-citakan bersama,” tutur Dewi.

Ini juga yang menjadi cita-cita kita selama ini di KPA, Lumbung Agraria sebagai koperasi nasional KPA mampu menjadi penggerak dan konsolidator ekonomi kerakyatan, sekaligus menjadi antitesis dari sistem ekonomi yang selama ini hanya menguntungkan segelintir kelompok pengusaha. Sementara, petani, masyarakat adat, nelayan dan buruh tetap saja menjadi korban.” Tegas Dewi.

Lumbung agraria KPA sendiri, selama sebulan terakhir telah menyalurkan 12,5 ton beras dari Sepetak dan Serikat Tani Indramayu (STI) melalui skema “Aksi Pangan Sehat dan Ekonomis”, yakni memutus rantai distribusi yang panjang dan berbiaya tinggi.

KPA melalui lumbung agraria menyerap hasil panen tersebut dengan harga normal, kemudian didistribusikan kepada beberapa jaringan organisasi dan serikat buruh dengan harga ekonomis dan terjangkau melalui pemberian insentif. Beberapa organisasi yang terlibat dalam skema ini ialah Konferedrasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Konfederasi KASBI, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Koperasi Benih Kita (Kobeta), Pagarwali dan Yoi Skul.

Selain itu, Lumbung Agraria juga telah menyalurkan 4,6 ton donasi pangan dari Serikat Petani Pasundan (SPP), Pergerakan Petani Banten (P2B) dan Forum Perjuangan Petani Batang (FPBB) kepada organisasi buruh dan jaringan masyrakat miskin kota, seperti KPBI, Konfederasi KASBI, KPRI, korban gusuran Tamansari Bandung, Ciliwung Merdeka.

 

Berita Lainnya

Liputan Khusus

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934