ARAS Hari Ke-2: Debat Agraria Kontemporer

admin

Jakarta (kpa.or.id) – Setelah mengulas berbagai perdebatan “Debat Agraria Klasik” bersama Gunawan Wiradi dan Muhammad Shohibudin. Hari ke-2 ini, Senin, 24 Agustus 2020, para peserta melanjutkan kelas dengan mengikuti materi “Debat Agraria Kontemporer” yang diampu oleh Ketua Dewan Nasional KPA, Iwan Nurdin dan akademisi UGM, Laksmi Savitri.

Para peserta diajak untuk memahami lebih jauh mengenai situasi dan perdebatan agraria, terutama yang terjadi pasca kemerdekaan hingga dewasa ini. Para pengampu mengupas beragam persoalan yang terjadi, dari konflik agraria laten yang terjadi di Indonesia maupun tingkat global akibat kebijakan pro pasar pemerintahan negara di dunia yang mengakibatkan ekslusi petani dan rakyat dari tanah-tanah mereka.

Di Indonesia sendiri, salah satu peristiwa agraria kekinian misalnya, kebijakan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan Merauke Integrated Food dan Energy Estate (MIFEE) pada lahir pada pemerintahan SBY hingga Protek Strategis Nasional (PSN), Food Estate hingga Omnibus Law yang saat ini tengah didorong oleh Pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin.

Kebijakan-kebijakan tersebut pada prakteknya telah melahirkan perampasan tanah dalam skala yang sangat besar, merebaknya konflik agraria, monopoli tanah dan hingga korban-korban yang terus berjatuhan di pihak masyarakat. Dengan kata lain, berbagai kebijakan tersebut telah membawa Indonesia ke dalam krisis agraria yang sangat akut.

Mereka dikorbankan paksa oleh negara demi alasan pembangunan dan mendatangan investasi yang hanya bisa dinikmati segelintir kelompok.

Berita Lainnya

Liputan Khusus

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934