Kaum Tani Jambi Tingkatkan Kewaspadaan dan Soliditas Hadapi Ancaman Omnibus Law

admin

Jambi (kpa.or.id) - Kaum tani Jambi, khususnya yang bernaung di bawah Persatuan Petani Jambi (PPJ) dan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) harus meningkatkan kewaspadaan dan soliditas. Karena ancaman perjuangan hak atas tanah ke depan semakin berat pasca DPR RI dan Pemerintah mengesahkan Omnibus Law Oktober lalu.

Omnibus Law, seperti diketahui telah melahirkan berbagai protes dan penolakan dari rakyat, terlebih kaum tani. Pasalnya, melalui UU ini pemerintah ingin mempermudah proses pengadaan dan perampasan tanah-tanah yang saat ini telah dikuasai dan garap oleh petani demi kebutuhan investasi skala besar. Situasi ini menjadi ancaman besar bagi mereka dan agenda reforma agraria ke depan.

Hal ini disampaikan Sekretaris Jendral Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Dewi Kartika pada pertemuan Rapat Akbar Gerakan Reforma Agraria Jambi bersama Persatuan Petani Jambi (PPJ) di basis tani Panglimo Berambai, salah satu basis tani PPJ, Senin, 30 November 2020.

Pertemuan akbar ini merupakan rangkaian konsolidasi KPA bersama serikat tani anggota di berbagai wilayah untuk memperkuat basis-basis tani dalam menghadapi ancaman-ancaman ke depan.

Dewi menegaskan pentingnya persatuan dan soliditas kaum tani untuk menjegal monopoli tanah melalui UU Cipta kerja ini.

"Salah satu cara supaya kita bisa menentang Omnibus Law atau UU Cipta Kerja ini yaitu dengan cara membangun persatuan kaum tani serta memperkuat serikat-serikat tani anggota KPA", tegasnya.

Selain itu, Dewi juga mendorong serikat-serikat tani agar segera melaksanakan agenda-agenda organisasi, salah satunya Desa Maju Reforma Agraria (Damara) guna menuju desa maju dan mandiri, baik secara ekonomi, sosial, budaya maupun politik.

Selama pandemi, kita telah membuktikan bahwa petani-petani anggota KPA yang telah melaksanakan Damara terbukti mampu bertahan dari krisis ekomomi dan pangan yang mendera sebagian besar rakyat. Bahkan kita justru mampu membangun gerakan solidaritas pangan,” jelas Dewi.

Kita lihat, di Jawa Barat dan Jawa Tengah, serikat tani anggota KPA telah berhasil menginisiasi gerakan solidaritas pangan selama masa pandemi, salah satunya membantu para buruh yang menjadi korban PHK,” terang Dewi.

Damara ini penting untuk meningkatkan taraf dan derajat hidup para petani, bukan hanya secara ekonomi melalui penguatan basis-basis produksi, tetapi juga menguatkan posisi politik kita di depan pemerintah, karna petani mampu membuktikan berdiri di kakinya sendiri,” ujar Dewi memberikan pemahaman kepada anggota yang hadir.

Pesan ini merupakan sinyal kepada serikat tani anggota di berbagai daerah untuk terus bekerja memperkuat barisan perjuangan.

Berita Lainnya

Liputan Khusus

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934