Konsolidasi dan Penguatan Gerakan Reforma Agraria Sulawesi Tengah (3)

admin

Penguatan Gerakan Reforma Agraria Dongi-dongi

Masih dalam rangkaian konsolidasi gerakan reforma agraria Sulawesi Tengah pasca Munas VIII, Sekjen KPA, Dewi Kartika mengunjungi Forum Petani Merdeka Dusun Dongi-Dongi, Desa Sedoa, Lore Utara, Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). Tujuannya menyambungkan kembali kerja-kerja organisasi dalam rangka semangat perjuangan Reforma Agraria.

Forum Petani Mereka merupakan salah satu anggota KPA yang mengorganisir masyarakat di Desa Sedoa. Maka dalam kosolidasi ini, KPA membahas mengenai penguatan organisasi rakyat dan merevitalisasi kembali arah perjuangan Forum Petani Merdeka. Dewi menekankan masalah keorganisasian seperti perbedaan pandangan harus segera diluruskan. “Setelah itu, akan mempermudah kerja-kerja organisasi, karena kita memiliku tujuan yang sama,” ujar Dewi. 

Dewi mengarahkan agar Forum Petani Mereka mengadakan kongres, sebagai langkah awal untuk merevitalisasi organisasi.  “Kesepakatan forum, awal Januari 2022 akan ada rencana soal kongres, akan dikerjasamakan dengan KPA,” ujarnya.

Lalu, dalam pertemuan ini juga membahas mengenai perkembangan Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA). Pada 2018 KPA dan Forum Petani Merdeka mengajukan desa Sedoa untuk konfliknya segera diselesaikan dan meredistribusikan tanah kepada petani penggarap. Sebab hingga 2021, masyarakat masih berkonfik dengan tumpang tindih klaim Taman Nasional Larolindu. Padahal masyarakat sudah melakukan reklaiming tanah yang dimulai pada 27 Juli 2001.

Ahmar Wellang, anggota Lembaga Bantuan Hukum Sulteng yang telah berjuang bersama masyarakat menceritakan, pada 2013, masyarakat mendapatkan encalve seluas 1524 hektar. Selang enam tahun, tepatnya pada 2019 bersepakat dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (BKSDAE), wilayah klaim Forum Petani Merdeka 7216 hektar. Hingga saat ini tanah tersebut ditanami Coklat, Kopi, Jeruk, Kemiri, Durian, tanaman Palawija, dan Sayur Mayur. Hal itu dalam rangka tata kelola dan tata guna menuju Desa Maju Reforma Agraria (Damara).

Sekolah Alam, Pendidikan Alternatif di Desa Sedoa

Ada hal menarik dari LPRA di Desa Sedoa, selain berjuang mepertahankan hak atas tanah, mereka juga membangun sekolah alam. Sekolah alam ini diperuntukan bagi anak-anak petani dan masyarakat yang tergabung dalam Forum Petani Merdeka.

Menurut Ahmar, sekolah ini merupakan salah satu pendidikan alternatif untuk mendekatkan anak-anak kepada lingkungannya. “Agar mereka nantinya tidak tercerabut dari lingkungan alam dan sosialnya,” ujarnya.

Ia melanjutkan, sekolah ini sudah berjalan selama tiga tahun dan sudah ada 60 hingga 70 anak-anak yang mengikuti sekolah alam. Di sekolah ini juga anak-anak diajarkan Bahasa Inggris, kelas menanam, dan menari.  Ia berharap dari sekolah alam ini anak-anak bisa mendapatkan pengalaman dan ilmunya bermanfaat untuk masyarakat di sekitarnya. Mengingat, sekolah formal yang ada di Dongi-Dongi cukup terbatas begitu juga dengan infrastuktur dan sarana prasarananya.

Berita Lainnya

Liputan Khusus

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934