Tolak Tambang Pasir, 1 Orang Tewas Dikeroyok dan 1 Luka Berat

Dua warga Desa Selok Awar Awar Kecamatan Pasirian menjadi korban penganiayaan. Warga tersebut bernama Namri alias Kancil, tewas mengenaskan di pinggir jalan dan seorang lagi bernama Tosan, luka berat dan kondisinya kritis. Sebelumnya, Namri dan Tosan pada Rabu, 9 September 2015, ikut unjuk rasa mendukung penghentian penambangan bahan galian C  di pesisir Watu Pecak.
 
Namri yang saat itu bersiap-siap untuk mengelar aksi dan berkumpul dengan warga penolak tambang sedang jalan kaki. Tiba-tiba ada sekelompok orang yang diduga protambang pasir datang memakai kendaraan motor lalu menghajar menggunakan kayu dan batu. Namri tewas di jalan tersebut.
 
Belum puas, sekelompok orang ini lalu mendatangi rumah Tosan. Pelaku yang lebih dari dua orang itu langsung mengejar Tosan dan sempat berkelahi di lapangan desa setempat. Tosan yang sendirian tak mampu melawan hingga menjadi bulan-bulanan. Tosan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Lumajang dalam keadaan kritis.
 
Walhi Jawa Timur mensinyalir kasus ini berkaitan dengan penolakan warga atas aktivitas penambangan bahan galian C secara ilegal di di Desa Selo Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.

Berita Lainnya

Peristiwa

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934