Warga Kedung Galih menentang Pembangunan Pusdiklat Brimob

Rencana Brimob Polda Jatim yang ingin menjadikan lahan bekas perkebunan Ubalan Jaman Belanda seluas 29,8 hektar menjadi tempat Pusdiklat masih mendapatkan penentangan dari masyarakat warga dusun Kedung Galih Desa Bareng Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang Jatim. Pada tanggal 03 Juli 2015 yang lalu masyarakat melakukan konsolidasi dengan kemasan buka puasa bersama dihadiri oleh tokoh masyarakat dusun Kedung Galih, KPA Jatim dan komunitas Front Nahdliyin Jombang.
 
Dalam pertemuan tersebut membicarakan tentang: Pertama; menyikapi adanya pemanggilan beberapa warga oleh anggota Brimob yang berjaga di Posko lokasi lahan sengketa beberapa hari terakhir ini. Kedua;  rencana penguatan konsolidasi warga yang dibantu dalam proses pendampingan secara langsung oleh komunitas Front Nahdliyin Jombang, dan KPA Jatim berperan untuk lobby di kanwil ATR/BPN Jatim serta stake holder nasional. Ketiga: warga merencanakan pemetaan partisipatif agar mengetahui luas lahan yang dan mengetahui obyek lahan yang diklaim oleh pihak Brimob, karena disinyalir ada kekeliruan penunjukan lokasi obyek lahan bekas perkebunan Ubalan. Keempat; rencana audensi dengan pemerintahan daerah Jombang sembari menunggu janji Komnas HAM (Imdadun Rahmat)yang akan turun lokasi setelah hari raya Idul fitri.
 
Saat ini warga masih sering menghadapi tindakan intimidasi dari pihak Brimob. Intimidasi tersebut dalam bentuk pemanggilan ke posko penjagaan Brimob di lokasi, dan upaya perampasan tanaman tebu milik warga dalam bentuk bagi hasil 50:50 dengan Brimob, apabila warga tidak mau dengan tawaran Brimob tersebut, pihak Brimob melalui kepala dusun Kedung Galih akan melakukan penebangan secara sepihak dengan mendatangkan orang dari luar dusun Kedung Galih desa Bareng. Namun, warga menolak skema bagi hasil tersebut, sebagai upaya perlawanan warga melakukan penebangan tanaman tebu yang usianya saat ini sudah waktunya panen dengan cara serentak bergiliran, sekaligus melakukan pengawalan dalam pengangkutan hasil panen sampai ke lokasi penampungan pabrik gula yang dituju.
 
Agar upaya penebangan dan penganggkutan ini berjalan dengan baik, warga mendapatkan pengawalan dari beberapa pihak seperti KPA Jatim, Front Nahdliyin Jombang dan media pers.

Berita Lainnya

Peristiwa

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934