KPA Desak KOMNAS HAM Usut Perusak Tanaman Petani di Muara Enim

KPA/Jakarta: Keberadaan PTPN VII Unit Beringin di empat desa yakni Pagardewa, Sumbermulya, Karangagung dan Karangmulya semakin meresahkan petani penggarap. Sejak 1983 s/d 2015, konflik agraria tak kunjung selesai di Muara Enim. Pengrusakan tanaman padi milik petani seluas 10 ha terjadi pada 20 Maret 2015. Padi yang akan dipanen petani dibabat habis oleh pihak keamanan PTPN VII Unit Beringin.
 
Kejadian ini telah dilaporkan ke KOMNAS HAM oleh Rismaludin, ketua Persatuan Masyarakat Pribumi Lubai (PMPL), yang didampingi Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) (21/4/15). PMPL dan KPA meminta KOMNAS HAM untuk melindungi lahan garapan warga dari aksi pengrusakan pihak PTPN. Selain itu, KOMNAS HAM juga diminta untuk memfasilitasi penyelesaian konflik agraria dengan luas lahan 10.000 ha yang dimiliki oleh PTPN.
 
Dianto Bachriadi (Komisioner KOMNASHAM) yang menerima Rismaludin dan KPA di KOMNASHAM mengatakan akan mengirim surat teguran kepada PTPN VII Unit Beringin dan Kepolisian setempat untuk tidak menganggu lahan yang digarap oleh Petani. Dalam waktu dekat KOMNAS HAM akan memfasilitasi penyelesaian konflik agraria dengan mengundang pihak terkait seperti Pemda, Dinas Perkebunan, Kantor Pertanahan dan PTPN di 4 Desa di Muara Enim. (AS)

Berita Lainnya

Peristiwa

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934