Petani Gondangtapen Serbu Kedubes Swiss

KPA/Jakarta: Konflik agraria yang ada di Gondangtapen, Blitar sampai saat ini masih terus berlangsung dengan PT Holcim. Ratusan petani yang tergabung dalam Paguyuban Petani Gondangtapen Wates mendatangi Kedutaan Swiss (20/04/15), asal negara PT Holcim , untuk menuntut pihak Kedutaan Swiss memperhatikan masalah hukum yang dilanggar oleh PT Holcim.
 
Lahan seluas 724,23 hektar yang telah dikuasai warga selama 17 tahun tiba-tiba diserobot oleh PT Holcim melalui Peraturan Menteri Kehutanan No..P.18/Permenhut II/2011 dan P.14/Menhut-II/2013 tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan. Melalui peraturan ini PT Holcim mengklaim tanah tersebut menjadi hak kelolanya karena bagian dari proses tukar guling antara PT Semen Dwima Agung (anak perusahaan holcim) dengan perkebunan Gondangtapen. Sejak saat ini kehidupan petani yang ada di Gondangtapen terus mengalami intimidasi dan hak mereka atas tanah terancam hilang.
 
Kedua hal inilah yang merupakan tuntutan petani Gondangtapen. Menurut Khori, dari Sitas Desa, “Pemerintah Indonesia sudah selayaknya memutus hubungan dengan Swiss karena terbukti merampas tanah warga yang sudah dikuasai selama 17 tahun. Bahkan izin PT Holcim untuk beroperasi di Indonesia harus dicabut”, lanjutnya.
Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Elsam dan Tuk Indonesia mengatakan bahwa Organisasi tani yang ada di Gondangtapen, Blitar harus tetap solid untuk mempertahankan tanahnya dari pemilik modal, PT Holcim. Warga tidak perlu mengikuti cara-cara kotor pemodal yang menggunakan ganti-rugi.
 
Setelah dari Kedubes Swiss, Masa Aksi melanjutkan perjalanannya ke PT Holcim yang ada di Cilandak, Jakarta Selatan. Di sana petani terus mendesak PT Holcim agar keluar dari lahan pertanian mereka. Kehidupan petani di Gondangtapen selama 17 tahun terakhir ini sudah cukup lumayan karena tanah yang mereka garap bisa memenuhi kebutuhan mereka. Namun dengan masukknya PT Holcim, ekonomi mereka mulai terganggu karena beberapa kali tanaman mereka dirusak oleh orang tak dikenal dan harus gotong-royong ke Jakarta untuk menghadiri pengadilan PTUN. (AGP)

Berita Lainnya

Peristiwa

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934