Kampong Secanggang dan Desa Maju Reforma Agraria di Wilayah Adat

Fachrizal Sinaga

Langkat (kpa.or.id) - Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI) Kampong Secanggang satu langkah menuju Desa Maju Reforma Agraria (Damara). Hal ini ditandai dengan rapat akbar yangg diselenggarakan bersama Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Sabtu, 20 April 2019 di empat wilayah adat BPRPI di Kecamatan Secanggangg, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.

Bertempat di depan ruma adat Kampong Secanggang, rapat akbar yang dihadiri oleh ratusan anggota organisasi ini berjalan dengan antusias dan penuh semangat. Hadir juga perwakilan BPRPI dari kampong-kampong lain di Kabupaten Langkat, Deli Serdang dan Kota Medan, serta kepala desa hingga perwakilan pemerintahh Kecamatan Secanggang.

Rapat akbar tersebut merupakan langkah awal menuju desa maju dan mandiri berbasis reforma agraria di wilayah adat yang diinisiasi KPA bersama BPRPI. Tidak hanya rapat akbar, kegiatan yang diselenggarakan selama seminggu penuh ini juga ditujukan untuk menyusun rencana dan strategi pelaksanaan Damara ke depan, serta pelatihan peningkatan kapasitas (baca: penataan produksi) bagi anggota organisasi.

Kampong Damara Secanggang adalah model reforma agraria atas inisiatif rakyat. Kampong Secanggang ini diharapkan menjadi contoh  di wilayah adat dengan dukungan dari semua pihak. Hal ini diungkapkan Sekjen KPA, Dewi Kartika dalam sambutannya.

Kepala Desa Secanggang, Fatul mengatakan Musrembang Desa Secanggang dan Telaga Jernih seharusnya membahas konsep Damara dan memasukannya ke dalam rencana kerja pengembangan desa.

Sementara Alfi Syahrin, Ketua Umum BPRPI, menyampaikan rapat akbar ini terasa istimewa karena tak berselang lama dari milad BPRPI yang ke-66 tahun.

Kurun waktu tersebut, BPRPI terus konsisten dalam memperjuangkan reforma agraria khususnya terkait hak-hak masyarakat adat dan wilayah adat rakyat penunggu Masyarakat berkonflik dengan PTPN II sejak 1979 saat perusahaan perkebunan plat merah tersebut datang merampas tanah-tanah pertanian dan pemukiman masyarakat.

Selama itu pulalah BPRPI masih konsisten dalam perjuangan agraria khususnya terkait hak-hak masyarakat adat dan wilayah adat Rakyat Penunggu”, ujarnya.

Ia juga berharap agar Kampong Secanggang dapat menjadi contoh Damara bagi kampong-kampong anggota BPRPI dan juga daerah lainnya di Sumatera Utara.

Saat ini, 300 keluarga masyarakat Kampong Secanggang berhasil kembali menguasai tanah seluas 300 hektar yang sejak lama telah mereka perjuangkan. Masyarakat mengelolah tanah itu dengan beragam produk buah dan holtikultura. Sebut saja jeruk, melon, cabai dan tanaman holtikultura lainnya.

Ke depan, Kampong Secanggang diharapkan menjadi percontohan pelaksanaan Damara di wilayah-wilayah masyarakat adat lainnya. (FS)

 

 

Berita Lainnya

Peristiwa

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934