KPA Jambi Dorong Serikat Tani Siapkan Lumbung Pangan dan Bangun Solidaritas Desa-Kota Hadapi Wabah Covid-19

Jambi (kpa.or.id) - Petani dan buruh terancam kehilangan mata pencahariannya di tengah krisis Covid-19 karena kebijakan pemerintah yang tidak memerhatikan dampaknya pada masyarakat kecil. Hal ini disampaikan oleh Koordinator KPA Jambi, Fransdodi Tarumanegara (Kamis, 26 Maret 2020).

Penyebaran virus corona di Indonesia saat ini terbilang sangat cepat. Tercatat hingga berita ini diterbitkan sudah ada 1.528 kasus Covid-19 di tanah air (Kompas.com, 31/3). Untuk meminimalisir penyebaran tersebut, pemerintah membuat beberapa kebijakan seperti melarang kegiatan masyarakat di luar rumah dan penutupan fasilitas sosial. Pemerintah mengabaikan dampak dari kebijakan mereka bagi masyarakat kecil seperti buruh dan petani yang menggantungkan biaya hidup dari hasil penjualan hasil kebun mereka.

Fransdodi menjelaskan bahwa di provinsi Jambi sendiri, pabrik karet sudah mulai ditutup. Serta tidak tertutup kemungkinan bahwa pabrik kelapa sawit, juga akan menyusul untuk ditutup guna menekan laju penyebaran virus Covid-19.

Masifnya penutupan pabrik-pabrik di berbagai wilayah Indonesia tentunya mengancam para petani jika tidak dapat memenuhi kebutuhan biaya keluarga mereka.

“Kebijakan pemerintah ini sangat disayangkan karena diberlakukan tanpa memberikan fasilitas kesehatan dan jaminan ketersediaan pangan yang memadai bagi buruh, petani, masyarakat miskin perkotaan maupun masyarakat adat.” Dodi menegaskan.

Terakhir, Frandodi mendorong para anggotanya yang sedang berjuang mempertahankan tanahnya untuk tetap menjaga kesehatan dan tetap menggarap lahan pertanian untuk mencukupi ketersediaan bahan pangan, dan bangun solidaritas dengan buruh dan kelompok rentan lainnya di perkotaan.

Perjuangan hak atas tanah ini akan tetap berlangsung sampai tercapainya Reforma Agraria Sejati”, tutup Dodi

Berita Lainnya

Peristiwa

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934