Kriminalisasi Petani Jambi, Jalani Sidang di Masa Pandemi

admin

Jakarta (kpa.or.id) - Pandemi Covid-19 nyatanya tidak menghentikan tindakan kriminalisasi dan diskriminasi terhadap petani yang tengah memperjuangkan hak atas tanah mereka di wilayah-wilayah konflik agraria.

Hal ini dialami Thawaf Ali, salah seorang petani Persatuan Petani Jambi (PPJ). Alih-alih mendapat perlindungan negara di tengah situasi wabah yang terus menyebar dan ancaman krisis multidimensi, ia malah duduk di kursi pesakitan menjalani sidang lanjutan atas tindakan kriminalisasi yang menimpanya.

Hari ini, Kamis, 30 April 2020, sidang lanjutan Thawaf Aly  kembali berlangsung.  Ia didakwa Undang-Undang No. 39/2014 tentang Perkebunan dan Pasal 167 KUHP. Dakwaan tersebut terkait konflik agraria yang melibatkan petani dengan PT. Erasakti Wira Forestama (EWF), salah satu perusahaan sawit di Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.

Pada persidangan ini, Thawaf Ali didampingi Yudi Kurnia, dari SPP sebagai pengacara. Turut menghadirkan Iwan Nurdin, Ketua Dewan Nasional KPA  dan H. Usman, dosen dari Universitas Jambi (Unja) sebagai saksi ahli.

Sidang ini berlangsung secara daring dari tiga lokasi berbeda; Tanjung Jabung Timur, Garut dan Jakarta Selatan.

Dalam sidang siang tadi, semua pasal-pasal yang dituduhkan tidak terbukti. Keterangan-keterangan saksi ahli pun memperkuat posisi korban. Sidang akan dilanjutkan kembali Selasa, 5 April 2020 dengan pemeriksaan terdakwa.

 

Berita Lainnya

Peristiwa

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934