Sampai di Jakarta, Petani Mencirim dan Simalingkar Disambut Gerakan Reforma Agraria

admin

Jakarta (kpa.or.id) - Setelah lebih dari 48 hari melakukan aksi jalan kaki, menempuh 1812 Km, melewati tujuh provinsi, petani Sei. Mencirim dan Simalingkar, Deli Serdang, Sumatra Utara akhirnya sampai di Jakarta, Jum’at, 8 Agustus 2020.

Meskipun telah menempuh perjalanan yang sangat jauh, tidak tergurat rasa letih dari wajah-wajah petani ini. Seruan hidup petani!! land reform, tanah untuk rakyat!!  Terus terdengar bersahut-sahutan dari barisan petani saat di sepanjang Jalan Gatot Subroto menuju Gedung YTKI, tempat peristirahatan mereka selama di Jakarta.

Saat memasuki halaman gedung, tampak berjejer para pimpinan dari gerakan tani, buruh, mahasiswa memberi sambutan kepada rombongan petani, diantaranya Sekjen KPA, Dewi Kartika, Sekjen KPBI, Damar Panca, Sekjen Konfederasi KASBI, Sunarno, Ketua Umum Gerbang Tani, Idham Arsyad dan beberapa pimpinan perwakilan mahasiswa.

Sambutan ini merupakan bentuk solidaritas dan dukungan penuh terhadap petani Sei. Mencirim dan Simalingkar yang tengah memperjuangkan hak atas tanah mereka yang telah dirampas PTPN II. Organisasi-organisasi yang hadir dalam penyambutan ini memang sejak telah memberikan dukungan dan mengawal aksi jalan kaki para petani selama di perjalanan.

Dewi Kartika, Sekjen KPA, mewakili gerakan reforma agraria dalam sambutannya mengajak seluruh elemen gerakan dan masyarakat luas untuk bergabung, bahu-membahu membantu petani.

“Kita akan terus mengawal para petani, bersama-sama berjuang agar para petani kembali mendapatkan tanah mereka yang telah diserobot oleh PTPN II,” tegasnya.

Saya juga ingin menyampaikan apresiasi dan hormat yang setinggi-tingginya kepada bapak, ibu yang sudah berjalan kaki, masih konsisten memastikan, merebut hak atas tanah bagi keberlanjutan kehidupan generasi ke depan,” ujar Dewi diikuti tepuk tangan dari seluruh rombongan.

Jadi apa yang bapak dan ibu perjuangkan ini tidak hanya memperjuangkan hak atas tanah, tidak hanya memperjuangkan reforma agraria bagi petani Sei. Mencirim dan Simalingkar, tapi ini merupakan simbol banyak nasib yang dialami ratusan bahkan jutaan petani yang saat ini juga berkonflik dengan perusahaan negara, baik PTPN maupun Perhutani,” tutup Dewi.

Mulai Senin depan, 10 Agustus 2020, para petani akan melakukan kemah di depan Istana Negara untuk menuntut Presiden segera menyelesaikan konflik agraria di Simalingkar dan Sei. Mencirim. Mereka telah sepakat tidak akan pulang ke Sumatra Utara sebelum tanah-tanah mereka benar-benar kembali.

 

 

Berita Lainnya

Peristiwa

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934