Perampasan Tanah Berkedok Konservasi

Angga

“Keadilan sosial atau konservasi? Manusia atau lingkungan? ” – Nur Soima Ulfa
 
Konservasi dan kelestarian alam itu penting dan merupakan sebuah kewajiban bersama seluruh manusia untuk mempersiapkan bekal untuk generasi selanjutnya. Kewajiban bersama dan bukan hanya kewajiban orang-orang yang bermukim di sekitar wilayah konservasi.
 
Praktiknya saat ini, hanya orang-orang yang berada di kawasan yang ditentukan konservasi, yang harus dikorbankan demi kelestarian alam. Mereka juga dituntut menyediakan bekal untuk generasi di masa depan.
 
Bahkan seringkali, mereka semena-mena harus tergusur atau kehilangan akses penghidupannya akibat penetapan wilayah yang tidak melibatkan peran mereka dalam perencanaannya.
 
Di Indonesia, terdapat 31.597 desa-desa yang berada atau bersinggungan di kawasan hutan.  70% dari penduduknya tadi bergantung akan hasil-hasil hutan. Jika pemerintah tidak cukup bijak merencanakan pembagian dan penetapan wilayah Konservasi tersebut kepada masyarakat, kebijakan tersebut malah akan menimbulkan konflik-konflik agraria yang baru.
 
 3 contoh kasus Kebijakan Konservasi yang justru hanya mengorbankan penduduk lokal adalah yang terjadi di Taman Nasional Lore Lindu (Sulawesi Tengah), Kawasan Hutan Cagar Alam Wagio Barat (Papua) dan Taman Nasional Pulau Komodo (NTT)

Opini Lainnya..

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934