STI Tetap Konsisten dan Bertambah Kuat

Adi Wibowo

Bulan Agustus yang lalu 30 orang petani dan aktivis STI ditangkap serta mendapat perlakuan kekerasan dari pihak aparat kepolisian. Tekanan terhadap STI terus berlanjut sampai ada ancaman untuk melakukan pembubaran terhadap organisasi tersebut. Bahkan sekertariat mereka dikepung oleh berbagai pihak seperti polisi, preman dan berbagai pihak yang mendukung pembangunan Bendungan Buburgadug.
 
Walau dalam tekanan tersebut para anggota STI tidak gentar melakukan perlawanan, mereka tetap bersatu untuk mempertahankan haknya yang ingin dicuri oleh pemodal melalui pemerintah. Hal ini terbukti, dihari tani nanti mereka akan melakukan aksi besar-besaran ke Polres dan Perhutani Indramayu. Tuntutan mereka adalah Bebaskan segera 6 Pejuang STI yang ditahan di Polda Jabar dan Polres Indramayu, Usut tuntas pelaku kekerasan, intimidasi, pembakaran gubuk petani yang dilakukan oleh preman dan aparat kepolisian selama ini kepada anggota STI. Masa aksi yang akan turun nanti juga menuntut agar reforma agraria dijalankan sesuai dengan UUPA 1960.
 
            Seperti yang dilaporkan oleh tim KPA yang ada dilapangan, kondisi psikologis para anggota STI yang selalu diintimidasi oleh aparat negara dan pereman semakin membaik. Bahkan sekarang mereka telah percaya diri untuk menghadapi segala sesuatu yang akan terjadi. Rapat-rapat organisasi juga sudah mulai berlangsung dan pendidikan kader ditubuh organisasi secara perlahan berjalan.
 
Selain itu, Sekjen KPA secara terpisah mengatakan bahwa sejak Orde Baru komitmen untuk menjalakan reforma agraria tidak pernah ada. Sekarang di era SBY komitmen tersebut juga tidak ada. Masyarakat hanya diberi janji-janji tanpa ada realaisasinya. Di hari tani juga KPA melakuan aski bersama dengan elemen lainnya dan
 
Kekerasan yang dilakukan oleh pihak kepolisian dan intimidasi oleh preman tidak akan pernah menyurutkan perjuangan untuk mejalankan reforma agraria sejati. Hal ini akan membuat para pejuang agraria akan semakin solid. Kasus yang terjadi di Indramayu merupakan salah contoh yang bisa diiukti oleh para pejuang agraria agar tidak pernah menyerah walau rezim ini terus menindas kaum tani. Satu pelajaran lain yang bisa dipetik dari kejadian di Indramayu adalah mereka tetap konsisten dalam memperjuangkan agraria walau nyawa taruhannya.Tim Kampanye KPA.

Opini Lainnya..

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934