Serikat Tani Tebo (STT) Diancam Digusur PT. WKS - Sinar Mas Grup

Darurat Agraria Jambi

Alasan pandemi, petani dibatasi untuk memperingati hari tani (HTN) meski situasi darurat dihadapi petani. Tapi selama pandemi juga perusahaan dibiarkan beraksi brutal terhadap petani di banyak tempat. Sayangnya di banyak kejadian langkah-langkah represif perusahaan dibiarkan polisi, bahkan polisi termasuk tentara ikut membekingi aksi-aksi perusahaan ini.

Hari ini (27/09), PT. Wirakarya Sakti (WKS) anak dari Sinar Mas Group, berulah kembali, membawa alat berat ke tanah pertanian petani Tebo.

Perusahaan WKS mepunyai masa lalu kelam dalam sejarah konflik agraria di Jambi. Pemerintah belum bersikap jelas terhadap penyelesaian konflik agraria di Tebo secara tuntas. Janji reforma agraria dari klaim kawasan hutan negara mangkrak. Padahal sudah jatuh korban nyawa.

Para petani Desa Lubuk Mandarsah, Tebo, termasuk perempuan petani, Nyai Swin, Nyai Yusma dkk. kemarin kembali harus turun menghalau alat berat yang masuk. Memaksa menggusur ladang pangan petani Serikat Tani Tebo (STT) di Desa Lubuk Mandarsah.

Dalam salah satu rekaman saat kejadian penggusuran bisa disaksikan bagaimana bujuk rayu dan pemaksaan pihak Perusahaan (Pohan) Humas PT.WKS mengajak Nyai Yusma (Ketua Kelompok Tani Lubuk Mandarsah) untuk bermitra akasia dengan PT WKS.

Dalam Bahasa Melayu Jambi, Nyai Yusma menanggapi pihak PT dengan respon:

"Kami tidak mau bermitra, dari dulu kami digusur, durian, duku, karet yang kami tanam di lahan ini habis digusur WKS, kami masyarakat garap sendiri, tapi perusahaan gusur. Saya ini tidak ada suami sampai tekelis kaki saya buka lahan untuk berkebun. Anak saya tidak sekolah gara-gara digusur PT WKS. Tanah ini peningalan moyang kami durian, duku sekarang habis digusur. Pokoknya kami tidak mau bermitra dengan PT. Ini tanah kami, punya masyarakat, haknya rakyat."

Dengan sikap tetap mempertahankan hak konstitusionalnya, para perempuan petani yang berani dan cerdas dari Tebo ini akhirnya harus menaiki dan menduduki alat berat eskavator perusahaan untuk menghalangi penggusuran. Petani laki-laki bergerak menanami kembali yang sudah dirusak.

Pada HTN kemarin (24/09), para perempuan petani Tebo turun juga menyuarakan hak-haknya atas tanah sebagai petani.

PT. WKS - Sinar Mas Grup adalah contoh perampas tanah, pelaku monopoli tanah di Indonesia, pelanggar UUPA. Sayangnya dibenar-dibenarkan pemerintah. Hukum yang disetir modal bekerja lebih cepat dan efektif bagi para land grabber ini.

Luasan HTI PT. WKS di Provinsi Jambi, 290 ribu hektar lebih. Ironis di tengah situasi konflik agraria berkepanjangan dan ketimpangan struktur agraria antara konsesi perusahaan dengan petani.

Buka kembali sejarah buruk perusahaan ini sejak kurun waktu 2007 s/d 2015. Nyawa-nyawa petani yang melayang di wilayah konflik agraria petani dengan PT. WKS.

Sebaiknya Presiden, Kapolri, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) segera: 1) Menghentikan langkah-langkah kontraproduktif yang dilakukan PT. WKS di lapangan; 2) Merealisasikan reforma agraria, tanah untuk petani dan buruh tani/kebun di Jambi.

Salah satu langkah pertama yang urgent dilakukan sebagai bentuk konkrit pelaksanaan RA di atas, segera evaluasi dan cabut izin PT WKS, jadikan obyek RA bagi petani Tebo.

Jakarta, 27 September 2020
Salam pembaruan agraria,

 

Dewi Kartika
Sekretaris Jendral
Konsorsium Pembaruan Agraria

Siaran Pers Lainnya..

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934