Sambutan Ketua Panitia Nasional Global Land Forum (GLF) dalam Pembukaan Rembuk Nasional RAPS dan Soft Opening GLF

Kamis, 20 September 2018, Istana Negara

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam damai sejahtera untuk kita semua.

Yang terhormat Bapak Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia;

 

Yang saya hormati para menteri:

Bapak Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;

Bapak Sofyan Djalil, Menteri ATR/BPN;

Ibu Siti Nurbaya, Menteri LHK;

Bapak Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa dan PDTT;

Bapak Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan;

 

Yang juga saya hormati

Bapak Teten Masduki, Koordinator Staf Khusus Presiden;

 

Serta Bapak Said Agil, Ketua Umum PBNU dan Bapak Michael John Taylor, Direktur International Land Coalition; dan Bapak/Ibu perwakilan peserta Rembuk Nasional dan Global Land Forum.

Bapak Presiden, Komitmen Pemerintahan yang dipimpin Bapak untuk mewujudkan reforma agraria telah mendapat sorotan dunia, dan sejak tahun 2015, menjadi dasar Indonesia mendapat kehormatan dan ditetapkan oleh Dewan International Land Coalition (ILC) menjadi tuan rumah Global Land Forum (GLF) ke-8 pada tahun ini.

GLF adalah forum pertanahan global terbesar di dunia, yang akan dilaksanakan oleh Panitia Nasional GLF dan International Land Coalition (ILC) bekerjasama dengan Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kantor Staf Presiden, Kementerian ATR/BPN RI, Kementerian LHK dan Komnas HAM RI pada tanggal 24 s/d. 27 September 2018. Acara ini akan dihadiri sekitar 550 peserta dari 84 negara yang mewakili organisasi masyarakat sipil, kalangan akademisi, organisasi pembangunan internasional, badan PBB dan lembaga pemerintah. Forum ini juga akan dihadiri oleh 500 peserta nasional dari seluruh Indonesia yang mewakili organisasi petani, masyarakat adat, nelayan, pakar dan pemerintahan.

GLF 2018 akan diselenggarakan di Gedung Merdeka, Bandung. Lokasi bersejarah Konferensi Asia Afrika 1955. Karenanya kami berharap GLF kali ini akan membawa spirit Bandung bagi komunitas global untuk mendorong perbaikan struktur penguasaan tanah yang timpang, menjadi lebih berkeadilan, berbasis kerakyatan.

Bapak Presiden dan hadirin sekalian, tujuan pertemuan dengan tema “United for Land Rights, Peace dan Justice (Bersatu untuk Hak Atas Tanah, Perdamaian dan Keadilan)” adalah untuk mempromosikan tata kelola pertanahan untuk mengatasi ketimpangan, kemiskinan, permasalahan konflik agraria, kerusakan ekologis, HAM dan pembangunan pedesaan.

Perkenankan kami, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam mengenai perampasan tanah yang memicu konflik-konflik agraria di lapangan, yang hingga kini belum tersentuh oleh agenda reforma agraria. Ada jutaan jiwa petani, masyarakat adat dan nelayan yang menjadi korban konflik agraria. Kami menanti Perpres Reforma Agraria untuk segera ditandatangi oleh Bapak Presiden, dan kami mendukung Bapak Presiden untuk sesegera mungkin mengeluarkan keputusan politik bagi penyelesaian konflik agraria di seluruh di Tanah Air. Sekaligus memastikan pendekatan-pendekatan keamanan, yang bersifat mengkriminalkan dan represif kepada masyarakat di wilayah konflik, di desa-desa, di kampung, dapat segera dihentikan. Kami manantikan realisasi redistribusi tanah atas tanah-tanah terlantar, tanah bekas Hak Guna Usaha yang telah habis masa berlakunya, tanah perkebunan BUMN yang berupa garapan rakyat, perkampungan dan tanah dalam kawasan hutan negara, yang berupa permukiman, fasilitas umum dan fasilitas sosial, tanah sawah dan ladang, tambak dan lahan pengembalaan rakyat. 

Bapak Presiden, GLF akan dimulai pada 24 September 2018 di Bandung. Sebagaimana kita ketahui, 24 September adalah Peringatan Hari Tani Nasional sesuai dengan Kepres Presiden RI pertama Bung Karno. Hari lahirnya Undang Undang Pokok Agraria 1960. Jika Bapak berada di Bandung pada hari tersebut, tentu dengan senang hati kami mengajak Bapak menyapa delegasi 84 negara, para petani dan masyarakat sipil Indonesia lainnya dari seluruh Tanah-Air dalam acara GLF tersebut. Kami pun mengharapkan seluruh menteri terkait agenda reforma agraria dapat hadir pada 24 September 2018 di Kota Bandung.

Kami ucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah berkontribusi mendukung persiapan penyelenggaraan Global Land Forum. Secara khusus, kami hendak mengapresiasi Kantor Staf Presiden, sejak dipimpin oleh Bapak Teten Masduki yang telah menginisiasi kerjasama dengan panita GLF hingga sekarang dipimpin oleh Bapak Moeldoko beserta jajarannya yang memberikan dukungan dan kerjasama kepanitiaan sehingga memungkinkan Indonesia menjadi Tuan Rumah perhelatan tingkat dunia ini.

Bapak Presiden, kami menunggu realisasi reforma agraria sejati.

Demikian dilaporkan. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

Hormat Kami,

Dewi Kartika

Panitia Nasional Global Land Forum

  1. Konsorisum Pembaruan Agraria (KPA)
  2. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)
  3. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)
  4. Serikat Petani Pasundan (SPP)
  5. Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP)
  6. Rimbawan Muda Indonesia (RMI)
  7. Sayogyo Institute (SAINS)
  8. Aliansi Petani Indonesia (API)
  9. Serikat Tani Indramayu (STI)
  10. Indonesia Human Rights Commite for Social Justice (IHCS)
  11. HuMa
  12. Epistema Institute

Panitia Pendukung Global Land Forum

  1. Kantor Staf Presiden (KSP)
  2. Kementrian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)
  3. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)
  4. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) - RI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Siaran Pers Lainnya..

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934