Pernyataan ANGOC tentang Perlindungan Hak atas Tanah dan Kepastian Kesejahteraan Pangan di Masa Covid-19

ANGOC

Pandemi global COVID-19 telah mengungkap banyak kerentanan dan risiko mendasar kita sebagai manusia - ekonomi tak berperasaan dengan meluasnya ketidakadilan, kerusakan lingkungan, distribusi tanah yang tidak adil dan sumber daya alam untuk tempat tinggal dan mata pencaharian, meningkatnya polusi dan kota-kota yang padat, kurangnya akses kepada kebutuhan dasar, makanan dan nutrisi, dan tidak adanya system kesehatan universal, semua di tengah pertumbuhan planet kita bersamaan dengan kerentanan terhadap dampak perubahan iklim.

Sementara itu, penebangan hutan dalam skala besar, degradasi dan fragmentasi habitat alami, perdagangan spesies hewan dan tumbuhan, perubahan iklim antropogenik – di mana selanjutnya mendorong munculnya penyakit baru. Membuat lebih dari setengah pandemi global mengakibatkan penularan “zoonosis”, yaitu penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia, yang disebabkan oleh penebangan hutan untuk membuka lahan pertanian dan area komersial.

Ketika para ilmuwan dan ahli medis mencoba menemukan obat untuk COVID-19 dan vaksin untuk SARS-CoV-2, para ekonom, teknokrat, dan pemimpin politik telah memberikan tanggapan terhadap pandemik ini, sambil mulai bersiap untuk tatanan "normal baru". Sejak Maret tahun ini, pemerintah berupaya keras untuk menangani masalah pandemi ini terutama melalui tindakan pembatasan jarak fisik, pembatasan perjalanan, jam malam, penguncian dan karantina komunitas.

Sebelumnya COVID-19 adalah krisis kesehatan, saat ini pandemi dengan cepat berkembang menjadi krisis kemiskinan, kelaparan, dan kekurangan gizi yang membebani pekerja sector pertanian, orang-orang yang tidak memiliki lahan, dan kaum miskin perkotaan.

Jaringan ANGOC dan mitranya telah lama mengadvokasi kesejahteraan pangan dalam kerangka kerja pertanian, didukung oleh sistem pertanian ekologis untuk produksi pangan. Kontrol demokrasi atas sistem pangan adalah ujian terakhir demokrasi. Kesejahteraan pangan tidak dapat dijamin dengan mempercayakan pertanian, produksi pangan dan perdagangan ke pasar global.

Sebagai langkah maju, jaringan ANGOC akan menghasilkan informasi yang solid dan berbasis komunitas untuk menilai ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan komunitas sebagai dasar perencanaan dan tindakan di tingkat komunitas dan menghubungkan inisiatif berbasis desa ini dengan advokasi kebijakan di tingkat nasional dan level regional.

Kami akan memfasilitasi pendirian pusat makanan lokal untuk memperpendek jarak antara produsen makanan kecil dan konsumen.

Terakhir, kami mengajak CSO dan jaringan lainnya untuk meningkatkan, menyebarkan pernyataan ini dan membangun dialog untuk melanjutkan wacana dan belajar dari satu sama lain, saat kami bekerja sama dalam membangun hari esok yang tangguh dan penuh kasih.

Tertanda:

  1. Asian NGO Coalition for Agrarian Reform and Rural Development (ANGOC)
  2. Association for Land Reform and Development (ALRD)
  3. Association of Voluntary Agencies in Rural Development (AVARD)
  4. Community Development Assistance (CDA)
  5. Community Self-Reliance Centre (CSRC)
  6. Ekta Parishad (EP)
  7. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)
  8. NGO Federation of Nepal (NFN)
  9. Sarvodaya Shramadana Movement (SARVODAYA)
  10. South Asia Rural Reconstruction Association (SARRA)
  11. STAR Kampuchea (SK)

 


Publikasi Lainnya..

Kertas Posisi

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934