Rapat Akbar GRA di Cillacap, Perkuat Konsolidasi Gerakan Tani di Jawa Tengah

Cilacap (kpa.or.id) - Konsolidasi diantara serikat dan basis-basis tani anggota menjadi kebutuhan mendesak untuk terus memperkuat gerakan dan arah perjuangan demi mewujudkan reforma agraria sejati, salah satunya di Provinsi Jawa Tengah. Beranjak dari situasi tersebut, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) bersama Serikat Tani Mandiri (STaM) menyelenggarakan Rapat Akbar Gerakan Reforma Agraria di Cilacap, 16 Februari 2021.

Konsolidasi ini dihadiri oleh puluhan perwakilan dari 25 Organisasi Tani Lokal (OTL) STaM di 26 desa. Bertempat di tengah-tengah sawah garapan petani anggota yang merupakan lumbung pangan Kabupaten Cilacap, konsolidasi ini diikuti secara antusias oleh seluruh peserta.

Konsolidasi ini penting agar agenda-agenda kolektif serikat tani baik di level advokasi, pendidikan, dan penguatan organisasi dapat berjalan dengan baik dan berkesinambungan. Selain itu, pertemuan ini juga menjadi momentum refleksi perjalanan perjuangan organisasi.

Tamad selaku Ketua STaM dalam pertemuan ini menjabarkan bagaimana perjuangan para petani anggota yang dilakukan secara swadaya guna membangun ekonomi dan pertaniannya hingga mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga dan organaisasi.

“Ratusan petani sejak 2017 bergotong-royong membangun jalan usaha tani di desa sepanjang 14,6 Km hingga menelan biaya lebih dari 1 miliar rupiah. Seluruh biaya tersebut didapat dari iuran anggota setiap kali panen, tidak kurang dari 400 pohon kelapa yang disumbangkan anggota OTL Bulupayung sebagai pijakan agar tak terjebak lumpur sawah,” pungkasnya dengan logat khas Cilacap.

Wilayah garapan dan pemukiman STaM sendiri saat ini terancam digusur akibat adanya rencana pembangunan jalan tol Cilacap-Bandung yang merupakan salah satu bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek ini akan menggusur sawah dan pemukiman di 5 (lima) desa.

Sebab itu, peran organisasi harus semakin dikuatkan agar mampu menjadi tameng dari ancaman-ancaman penggusuran yang tengah mengintai seperti disampaikan Roni Septian, Kepala Departemen Advokasi Kebijakan KPA.

“Kerja-kerja pelaksanaan refroma agraria atas inisiatif rakyat, kaderisasi petani, advokasi penyelesaian konflik agraria dan kelengkapan data subjek-objek  harus terus diperkuat. Sehingga dengan kuatnya peran organisasi masalah-masalah yang menimpa petani anggota dapat semakin teratasi”.

Berdasarkan rapat dengan Presiden dan beberapa Kementrian terkait, tanah garapan petani STaM merupakan salah satu wilayah Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA) yang diusulkan untuk segera dijadikan prioritas penyelesaian konflik dan redistribusi tanah pada tahun 2021.

Lokasi usulan ini sendiri mencakup tujuh desa, yakni Desa Rawaapu, Cimrutu, Bulupayung, Cisumur, Sidaurip, Bantarsari, dan Ujunggagak yang dihuni 8.193 KK dengan luasan 3.861 hektar.

Di akhir pertemuan, seluruh anggota STaM Cilacap menyepakati untuk fokus membenahi organisasi melalui penyusunan agenda-agenda konsolidasi di masing-masing OTL. Memperkuat data untuk advokasi penyelesaian konflik agraria melalui LPRA sebagai langkah awal membangun Desa Maju Reforma Agraria (Damara) guna menciptakan desa yang maju, mandiri dan berdaulat secara sosial, ekonomi, budaya, dan politik.

 

Berita Lainnya

Kegiatan

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934