Credit Union Tani Mukti Untuk Kedaulatan dan Kesejahteraan Petani

Jember (kpa.or.id) - Kamis, 20 Mei 2021, Serikat Tani Independen (Sekti) Jember mengadakan deklarasi Credit Union (CU) yang bernama Tani Mukti di desa Curah Nongkongko, kecamatan Tempurejo, kabupaten Jember.

Selaku organisasi tani yang telah berjuang sejak 1966 untuk mewujudkan refroma agraria, Sekti telah berhasil membangun basis produksi berupa usaha pertenarkan ayam, industri jagung, dan saat ini tengah membangun suatu lembaga keuangan mikro, berupa Credit Union (CU). Sebagai modal awal, CU Tani Mukti telah mengantongi aset sebesar 600 juta rupiah yang berasal dari tabungan anggota. CU ini sendiri nantinya akan menjadi lembaga keuangan induk  yang akan melayani 13 Organisasi Tani Lokal anggota Sekti Jember.

Proses pembangunan CU yang dilakukan oleh Sekti Jember ini sejalan dengan perjuangan mempertahankan hak atas tanah bagi anggota-anggotanya. Karena dengan adanya CU, kebutuhan petani dalam hal permodalan bisa lebih terjamin, juga sebagai upaya untuk mewujudkan Desa Maju Reforma Agraria (DAMARA). Jumain selaku ketua Sekti Jember, berharap dengan adanya CU ini petani lebih berdaulat atas tanahnya, semakin sejahtera dan mandiri.

Perjalanan Mendirikan Credit Union Tani Mukti

Gagasan untuk membangun CU ini dimulai saat delapan tahun yang lalu, Jumain berkunjung ke daerah Kalimantan. Di sana ia belajar dari CU Pancur Kasih. Jumain termotivasi untuk mendirikan CU di Jember melalui Sekti karena ia melihat banyak petani yang setelah mendapatkan manfaat redistibusi tanah, mereka kesulitan dalam hal permodalan untuk produksi dan akhirnya harus menjual tanah yang telah diperjuangkan mati-matian.

Selayaknya yang terjadi di Blitar (CU G Pawartaku) dan Kalimantan (CU Pancur Kasih), CU Tani Mukti juga dibangun dengan tujuan yang sama. Yaitu, supaya petani tidak lagi melakukan proses jual beli tanah atau melakukan proses pelepasan tanahnya kepada pihak lain untuk memenuhi kebutuhan modalnya. Selain untuk memenuhi kebutuhan modal, CU juga berguna untuk menunjang kebutuhan petani, seperti halnya penyediaan pupuk dan lain sebagainya dengan tetap memperhatikan prinsip keadilan, keterbukaan dan gotong royong.

Beberapa tujuan tersebut diatas yang membuat semangat Jumain dan anggota Sekti Jember untuk membangun CU Tani Mukti. “Perjuangan agraria harus memerhatikan ketahanan ekonomi. Tidak hanya berfokus pada proses redistribusi, namun juga harus memerhatikan bagaimana pasca redistribusi,” ujarnya.

Semangat pendirian CU juga harus beriringan dengan advokasi LPRA, yaitu dengan memberikan kepastian kepada petani dalam hal penataan dan pemanfaatan tanah untuk memperoleh akses dalam membangun ekonomi petani dan desanya.

“LPRA harus diimbangi dengan penguatan  basis ekonomi. Kalau enggak, maka akan ada kemungkinan petani menjual  jual beli lahanya lagi.” tutupnya.

Berita Lainnya

Kegiatan

Sekretariat Nasional KPA:

Jl. Pancoran Indah I Blok E3 No.1
Komplek Liga Mas Indah, Pancoran
Jakarta Selatan 12760, Indonesia
Telp: +62 21 7984540 Fax: +62 21 7993934